Showing posts with label mind escapade. Show all posts
Showing posts with label mind escapade. Show all posts

Monday, January 9, 2012

just LIKE THAT

And for you who keep asking why I sing and dance and doing silly thing absentmindedly :)

 Yeah. You should let loose and give it a try, too.

Wednesday, January 4, 2012

tree ON BOARD

Karena jumlah karyawan yang terus bertambah, dan pekerjaan (baca : rejeki. Amiin) yang juga bertambah, manajemen merasa kantor yang lama tidak lagi cukup representatif (baca : sempit XD). Akhirnya, awal tahun ini kami pindah kantor. 

Masih di seputaran daerah Blok M, kali ini kantor kami berbentuk sebuah bangunan 2 lantai yang stand-alone. Masih dalam proses renovasi, jadi belum keliatan semuanya, tapi sepertinya akan banyak spot-spot menyenangkan. Tuh di ujung situ ada ruangan yang lagi dipasangin rumput sintetis ala lapangan futsal. Buat recreational room, katanya. Workspace tim produksi sendiri berupa sebuah studio dengan meja-meja dari ujung ke ujung. Trus bakal ada semacam kantin, errr tempat makan aja sih sebenernya. Yah paling ngga lebih luas dari pantry mini kami yang dulu. Trus ada nursery room juga lho. Pokoknya, yang biasanya kita gang senggol ria, sekarang serba lega gituh. :') 

Tapi tau ngga yang paling mind-boggling dari itu semua? Keberadaan benda ini : 


Yes. A tree inside the building. Menjulang dari lantai 1 ke langit-langit studio lantai 2. I can't help but thinking about The White Tree of Gondor, at the city of Minas Tirith. But above all, it reminds me of this : 


Pohon kelap-kelip Imogen Heap yang dibawa selama Ellipse tour! :') Ah semoga dengan semangat mba Immi, aku juga jadi semakin semangat kerjanya. *apeu*

Monday, December 12, 2011

JB stands for JONAS BJERRE


No spesific reason why I put this picture of him here.

Maybe because it's rain outside.
Maybe because there's a cloud in my brain.
Maybe because of that little pout on his lips.
Maybe because he's singing in my playlist with his falsetto voice right now.

Maybe because I just miss something I don't even know what it is.

Monday, November 28, 2011

music MATTERS


Kalau dipikir-pikir (apa deh, baru mulai nulis tau-tau begini) ternyata ada beberapa temanku yang berkomentar  kurang lebih sama soal caraku menikmati musik.

Seorang teman siaran nan hitam manis pernah bilang dia suka melihatku di balik mixer, menyanyikan lagu dan kaya yang meresapi setiap katanya. Lalu ketika muncul lagu-lagu yang danceable, I will ask him to dance with me. Literally dancing, sampe yang naik-naik ke kursi atau apalah. Trus pas saatnya announce, kita ngos-ngosan…

Beberapa waktu yang lalu, teman baruku yang berambut keriting mengatakan hal yang kurang lebih sama. Di sebuah konser musik dimana kami bertugas, katanya caraku menyanyi mengikuti band yang sedang tampil kelihatan keren. Absentmindedly, carelessly, sambil menatap layar laptop. “Tiba-tiba jadi keren,” katanya. Trus aku mikir, fixed, aku ini memang ngga keren… 

Temanku yang sering kutebengi mobilnya juga berpendapat mirip-mirip. Saat berkendara bersama dan aku mulai menyanyi sambil heboh joget-joget atau menerawang ke luar jendela, menurutnya itu khas aku banget. Ekspresif, katanya. Macam aku lagi bikin video klip gituh. Trus udahannya aku diketawain…

Nah. Sebenernya aku sadar sih, kalau caraku menikmati musik suka agak-agak lebay dan ga tau tempat. Main jejogedan atau merem-merem, if I really into it. Habis gimana ya, seperti udah pernah aku bahas di postingan dulu-dulu, aku ini orangnya song-driven banget. If I wanna dance it, so I will dance it. If I wanna sing it out loud, so be it. Rasanya kaya rasa yang dari dalam dada pengennya membuncah keluar. Ada visualisasi yang terbentuk di dalam kepala : aurora di angkasa saat mendengarkan Sigur Ros, negeri utopia saat mendengarkan L’Arc~en~Ciel, grid ala Tron Legacy saat mendengarkan The Prodigy, atau pendar lampu jalan di Paris saat mendengarkan Feist. Semua ada visualnya. And I just want to embrace ‘em all. Apalagi kalau liriknya bermakna. Apalagi kalau audionya bagus. Misalnya di ruang siaran yang kedap suara dan speakernya cangcing. Atau live music, when all the sounds resonant on the air, and you can feel the ground below your feet shaking because  of it.

Aku yakin aku ngga sendirian. Pasti banyak juga yang merespon musik dengan cara yang kurang lebih sama, yang mungkin dilihatnya agak over gitu. Bisa yang mendadak sendu tak menentu mendengarkan lagu tertentu, padahal ngga lagi ada issue apa-apa. Atau mendadak jadi riang gembira ketika mendengar sebuah lagu yang tonenya uplifting, padahal sebenernya lagi bersusah hati. This music thingy’s just… Really affect us so much.

So when I had a bad day, wont need a box of chocolate to boost up my mood. I’ll just put up my headphone and pick the right playlist. Then, I will sing and move, just the way my body tell me. 

Thursday, July 21, 2011

UNDIR ísnum lokið*


Skaftafeli, Iceland.
---
*) under the ice-cap

Thursday, June 9, 2011

THINKER off to TIGER

Kalo kamu ngikutin blog ini (ya kali ada gitu hihihi), kamu pasti tahu how many times I wrote about longing to go somewhere nice and serene. Anywhere but the razzle dazzle. Karena Tuhan itu memang selalu baik sama saya, ngedumel diem-diem saya dikabulkan. Yah mungkin buat orang lain ini biasa saja. Tapi buat saya, outing kantor akhir pekan lalu itu means a lot. A lot, like, a lot.

Dua hari 1 malam saja, tapi seluruh kantor dibawa. Total ber-30 sekian orang, minus beberapa teman yang berhalangan. We were really excited, dibela-belain ngebut kerjaan bahkan yang malam sebelumnya ada event sampai midnite. Dasar agency digital, yang mau ngetwit pun wajib pake hashtag resmi : #thinkweb2macan. Hari H kita ngumpul pagi-pagi di kantor, berangkat ke Marina naik bis, trus nyebrang naik kapal. Presisinya, kita nyebrang ke sebuah, uhm, resort di salah satu pulau gugusan Kepulauan Seribu. Namanya Pulau Macan (Tiger Island). Rawr.

Ini main-entrance water activity-nya Pulau Macan (pic : forum.vibizportal.com)
Pulau Macan jaraknya cuma sekitar 90 menit naik kapal motor yang cukup laju dari pantai Jakarta. Pulaunya kecil, sekitar 1/2 ha (cmiiw), jalan 10 menit aja udah full-round satu puteran. Tapi suasananya, ahhhh, udah asoy geboy banget deh. Hut-hut tepi pantai sebagai kamar (dengan tangga turun langsung pasir putih dan air laut gitu), jalan setapak dan pohon-pohon, hammock, dermaga, kayak, gazebo berlantai kayu, lampu-lampu dimlite, interior etnik, kelambu, angin sepoi-sepoi, laut tosca dan… langit azure! Oh my. Mungkin ini memang bukan resort paling premium, but I really can’t ask for more. At least for now.
 
View dari Pulau Macan 2, bbrp km dari P. Macan yg di ujung ituh. (pic : @twiras)

Kegiatan kita? Anything fun! Main voli, bilyar, badminton, renang, kayaking, naik perahu karet, snorkeling, sampai sunset-sunrise hunt. Drama dan lucu-lucuannya juga ada : yang pedekate lah, yang kena bulu babi lah, yang mabok laut lah, yang berenang pake bebek karet lah, curhat-curhatan lah, nyanyi-nyanyi gitaran lah, foto-fotoan lah, ngegames seseruan lah. Ah pokoknya kaya orang kalap deh, semua-mua dicobain, semua-mua dijabanin. Bukan cuma saya, tapi semua orang. FYI, saya ini sebenernya ga bisa renang, but thank God I survived snorkeling. Cuma agak horror keliaran di laut gitu tanpa kacamata/lensa kontak, takut dicolek bulu babi :) Oh and I gazed at the sky, a lot.

the inter-hut path. Itu hut biasa. Yg tepat ngadep waterfront lebih syahdu lagi.
Sekitar 30 jam setelah kedatangan, kita balik ke Jakarta dengan senyum lebar… sesaat. Bukannya karena senengnya abis, tapi pada kecapekan gitu. Tepar di perjalanan pulang, besokannya pada kerja sambil ngeluh pegel-pegel. Not to mention kulit yang menghitam belang-belang kaya lapis legit ya, hihihi.

Nah ini waterfront hutnya. Dengan aksentuasi gadis-gadis (dan 1 jejaka) yg belom mandi pagi.
Etapi bener deh, menyenangkan hangout sama orang-orang yang tadinya cuma berinteraksi secara profesional ini. Berasa lebih cair gitu setelahnya. Jadi hayo kamu, yang kantornya udah mulai terasa rigid, cobain deh planning outing sekantor. Ngga perlu ke Pulau Macan deh, yang penting keluar kantor dan sebisa mungkin bersentuhan sama alam. Kan biasanya orang keluar aslinya tuh kalo di alam terbuka. Momen yang bagus buat refleksi, membuka diri, team building, atau apapun deh. Aih mulai sotoy saya :D

exhausted yet satisfied us : #thinkweb2macan (pic : @faniezdotnet)
Long story short, we were having fun. Uhm, main closing aja saya gitu. Habis pengennya nulis yang agak deskriptif tapi punggung saya sungguh masih pegel ini. Mana udah lewat tengah malem pula. Duh. Liat beberapa foto saya plus yang saya cuplik sana-sini aja yah :D

Smell ya later!

Monday, May 23, 2011

suspectus PLATONICUS

You let your hair down and messy.
You wear your t-shirt loose and effortlessly.
You speak your mind straight and nonchalantly.
You walk your way determined and easily.

Who are you?
What are you?

My midnite mind-escapade, vigorously.

Friday, March 25, 2011

friday DREAMER*

Someday,

I will live faraway from here,
In a nice place with comforting air,
Where the day is bright and the night is serene,
Fall in love and be loved, without remorse,
Read stacks of books, write lot of stuffs,
Watch piles of movies, take bunch of pictures,
Sing and dance, with delightful songs echoed in my head,
Earn a living with passion, brush up my knowledge,
Help people and contribute into society,
Make my family proud and get my friends happy.

And I'll be as collected as I can be.





*) Boleh dong mimpi. Ngga bayar kan? :)

Thursday, September 30, 2010

canyon, CALDERA

Mount Bromo, East Java.

Saturday, July 3, 2010

where the FAIREST THINGS are

Lothlórien, Middle Earth.

Friday, May 14, 2010

up up and AWAY




The National Air and Space Museum
of the Smithsonian Institution, D.C.

Thursday, May 6, 2010

tritone ROSE

Rosette Nebula - Monoceros constellation
via European Space Agency's Herschel Space Observatory

(pic from nasa.gov)

Saturday, May 1, 2010

moist and MAGICAL

"Trunk - Ludwig Stolterman"
Hoh River, Olympic Peninsula

Wednesday, April 21, 2010

under the tree, there's a bench

.