Showing posts with label what the?. Show all posts
Showing posts with label what the?. Show all posts

Tuesday, November 29, 2011

and they asked me : DO ALIENS EXIST?

9gag helps me answer it for you. 

I know, right?

Monday, August 8, 2011

the KID who TALK too much

There's this kid. This naive kid.
This kid is talk to much.
Waaay to much.

Speak like knows everything.
Act to depicted as the perfect being.
Or to get some attention?
I dunno. I just don't dig it.

Oh kiddo, grow up, will ya?

Monday, July 25, 2011

easy, you AIN'T their TYPE

Aku punya beberapa temen gay. Ada yang openly, ada yang discreet. Ada yang ngondek, ada yang gagah. Ada yang gay aja, ada juga yang udah menjurus transvestite (atau malah transgender? Ga tau juga, ga ngelongok sampe dalem). Kita berteman baik, curhat-curhatan, belanja bareng, joget-joget bareng, seseruan barenglah. Some people said, gay is women's best friend : ngerti perasaan cewe, tapi bukan kompetitor. Wahaha, kata siapa bukan kompetitor? Yang ada mukaku kalah mulus, bedakku kalah mahal kok sama mereka ;)

Mungkin karena berteman sama mereka dan denger sedikit cerita mereka, aku suka males kalo denger cowo-cowo straight yang homophobicnya cenderung kegeeran dan gak beralasan. Maksudnya yang overly bergidik-gidik ngeri, cenderung mencaci maki dan merendahkan padahal ga diapa-apain juga. Just because mereka ngeliat gay (yang emang mencolok banget keliatan gay) trus lantas bergidik lebay, menyumpah serapah, macam dikejar-kejar bencong rese. Okelah kalo kejadiannya emang diuber bencong, wajar kalo traumatik. Nah ini engga, cuma ngeliat mereka lewat with all of their glory aja udah kege-eran macam mau dilahap.

Kalo ketemu cowo straight macam gini, I just roll my eyes. Eh hello mas, biasa aja sih. Situ juga ngga cakep-cakep amat. Tuh kan, aku jadi main fisik. Maaf deh, habisnya situ gengges sih.

Para gay ini juga punya tipe kali. And as far as I know, tipenya bukan yang macem lo. Muke die lebih bersih dari muke lo, gaya dia lebih modis daripada lo... Ya think they will dig ya? Think again. Oh dan biasanya cowo yang macem gini ini juga yang suka sok milih-milih cewe cantik. Yang udah berasa lady killer banget gitu deh.

Tsk. Heran saya.



Wednesday, May 25, 2011

SCEPTICAL is normal?

I fully understand that in this mighty capital city we don't need to be too chatty. Semua orang punya masalah dan urusannya masing-masing. Kota ini bukan tempatnya ewuh pakewuh. Bukan tempatnya merasa ngga enakan.

Tetapi bagaimana jika...

... Hujan turun. Pakaian entah milik siapa masih berjajar di tempat jemuran kos yang terbuka. Saya bertanya pada mbak A, "Itu baju mbak?" Bukan, katanya. Lalu saya bertanya pada mbak B "Mbak, itu jemurannya?" Si B mengangguk, dan bergegas menyelamatkan jemurannya.

Beberapa menit kemudian hujan turun semakin deras. Saya teringat, di area jemuran saya masih meletakkan sepatu yang habis dicuci. Di tempat yang pasti terlihat oleh si mbak B yang tadi menyelamatkan jemurannya. No, ini bukan masalah balas budi. Jika dia merasa malas memungut converse kumal saya supaya tidak terguyur hujan, dia tinggal bilang pada saya. Seperti saya yang bilang bahwa pakaiannya nyaris dilibas hujan. As simple as that.

Etapi engga lho.

Dahsyat. Benar-benar dahsyat.

Thursday, May 12, 2011

E-MAIL = Errr, Mail?


Pertama-tama, anggota dewan kita yang terhormat pergi ke Australia ramai-ramai, trus ngaku ngga punya akun email resmi. Pakenya yahu.

Berikutnya, sang pimpinan bilang sebenarnya punya akun email resmi, dot go dot ai di, tapi karena kurang percaya dengan masalah keamanannya, jadilah si akun resmi terbengkalai.

Such a joke. Terbengkalai, dengan anggaran lebih dari 10 miliar setiap tahunnya?

Lalu modus baru muncul. Sang pimpinan ngga tahu kalau dana buat keperluan IT itu segitu gedenya.

Moral of the story : ngga bermoral sama sekali. Oh, uhm sorry, moral of the story bisa dibaca disini. This is the board of representatives, for God's sake. Dan kalimat yang akan saya tulis selanjutnya cukup klise : Gimana bisa mikirin kepentingan yang lebih esensial kalau dana miliaran bisa dianggarkan untuk sesuatu yang terbengkalai? Gimana bisa bekerja dengan efektif kalau teknologinya obsolete? Apa karena teleconference dengan perwakilan di luar negeri bisa membunuh kesempatan jalan-jalan ke luar negeri? Ke Yunani mempelajari etika? Ke Australia mempelajari kemiskinan? Can we just simply googling it? Dan menggunakan jatah pergi ke luar negeri untuk kepentingan lain yang benar-benar memerlukan tatap muka?

Hari pertama kerja di kantor baru (which is masih probation), saya dibuatkan sebuah akun imel dengan domain berbayar. Nama saya at nama kantor saya. And it works just like that. Uhm, apa kantor saya mesti nyoba pitching buat ngurusin akun resminya bapak-bapak wakil rakyat?

Ah tapi ngga perlu lah ya. Kan ahli telematika nan tersohor itu berkantor disana juga toh?

*mbatin : yea right...

Tuesday, April 5, 2011

successor PREDECESSOR

Selamat sore!

Aku sedang duduk mengetik di depan laptop, pakai kaos Indonesian Frengers, headphone terpasang melantunkan lagu Mew. Biar matching dong. Ahaha. Ngga lah, bukan karena ngepas-ngepasin. Ini karena moodku lagi ngga beres. And only Mew who can handle this. Not too soft, not too bangin, not too shabby, not too harsh. Just on point. Just perfect. Apalagi That Time On The Ledge. Ooh.

Anyway, kemaren aku mendengar kabar berita yang lumayan ngga asik didenger. Terutama olehku. Ya, karena objeknya adalah aku. Subjek pembicaranya, errr, kebetulan ngga bisa disebut namanya. Bisa-bisa nanti aku kena pasal pencemaran nama baik. Eh lho eh. Lalu bagaimana dengan nama baikku? Hahaha. Sutralah. Biarkan saja. Hari ini aku lagi males mikir yang bikin males. Oke, skip.

*clearing throat* Minggu ini aku udah mulai, uhm, apa ya, menyiapkan pengganti buat posisiku sebagai tukang ketik sekrip. Bukan orang luar, penyiar sini juga, yang dirasa potensial. Ya, sama seperti aku dulu. Ketika predecessor-ku mau hengkang, aku yang waktu itu baru masuk jadi penyiar ditawari buat menggantikan. Selama 2-3 hari diajari teknik radioscript from the scratch bla bla bla yadda yadda yadda, trus ditinggal pergi deh. Hehehe. Kali ini insya Allah ada cukup waktu buat latihan bareng si calon tukang sekrip. Semoga oknum yang belum boleh diungkap namanya ini (kata si Pak PD) bisa lebih baik dari aku yang last-minute person ini  :D

Eh tapi 2-3 hari bersama si mas predecessor waktu itu cukup menyenangkan kok. Meskipun buanyak informasi dijejalkan ke otak dalam waktu singkat, tapi aku jadi lumayan deket sama si mas predecessor. Padahal saat itu, semua orang bilang beliau ini sangat antik. Susah dipahami. Serem kalo editing. Skrip yang diajuin penyiar bisa dicoret dahsyat pake spidol, ditolak mentah-mentah. Sementara kok sama aku ngga galak sama sekali? Setelah kupikir-pikir, ya iyalah, kalo aku ngga 'mentas' kan dia juga yang bingung. Hehehe ngga ding mas, becandaaa. Aku tau situ sebenarnya baik kok. Aku tau karena mungkin kebetulan channel kita sama. Sama-sama aneh. Hihihi.
  
Ah si tukang ketik skrip in training datang minta dikoreksi skripnya nih.
Kalo begitu aku pamit dulu yaw, lanjut lagi kapan-kapan :)

Tuesday, March 22, 2011

rrrrah. RRRAAAHHH.


i'm sorry. this is early in the morning, but i'm feeling like kicking someone.
i have to spit this thing out. or else i'll be going insane. 

yes. i'm talking about you.

who thought that I'm just a chatterbox slash cuddledoll with no brain and heart.
who might just never experienced life outside your cute pristine world.
who considered yourself as a ladykiller. whoa. i mean, dude, for real?

read my lips : GO. FUCK. YOURSELF.
or fuck someone else's life. whatever.





credit :
picture from here.
Edward and Alphonse Elric belong to Hiromu Arakawa, for sure.