Showing posts with label random shots. Show all posts
Showing posts with label random shots. Show all posts

Monday, January 31, 2011

on MERAPI slope

Merapinya pas tertutup kabut.
Weekend kemarin, Oliph ngajakin ke desa Paten, 6 km dari puncak gunung Merapi. Oliph dan beberapa teman-teman relawan (yang lately menamakan diri mereka Grow!Indonesia) tetap 'nge-pos' di desa Paten sampai sekarang sebagai wujud follow through action dan karena memang sudah 'jatuh sayang' pada warga. Grow!Indonesia dan warga Paten bertemu di pengungsian Bumirejo saat terjadi erupsi Merapi akhir tahun lalu.  

Ketika sampai di Paten, everything's made me felt serene. Merasai dinginnya udara, menyimak diskusi teman-temanGrow!Indonesia, menikmati kesederhanaan, keramahtamahan dan kearifan lokal warga setempat, mendaki ke pos pengamatan Merapi di Babadan (and got overwhelmed by the view, all the way, back and forth) hingga bermain dengan anak-anak dengan energi yang tak ada habisnya. So warmhearted.

Speaking of the kids, yang suka main ke posko itu banyak banget, dan berada disana hampir sepanjang waktu. Tadinya mereka malu-malu karena aku orang asing yang ujug-ujug nongol. But with a bit drawing array as my party trick, the ice's finally break. It's just always work that way, thanks to this practical skill.

As for the babies, it's a far cry from those mailist-mommies' way. Disini bayi-bayi tidak mengenal puree buah sebagai MPASI. MPASI adalah makanan apapun yang ada di rumah, yang cukup lunak untuk disuapkan. Balita berjalan-jalan menyedot ingus tanpa alas kaki. Anak kelas 3 SD belum fasih membaca. Kalau ini semua bukan karena bencana, tapi memang demikianlah kultur disana.

Sementara itu, para pencari nafkah yang nyaris 100 persen berkecimpung di bidang agrikultur masih harus berjuang dengan minimnya modal untuk menghidupkan kembali sawah dan ladang mereka. Singkat kata pemulihan pascabencana inilah yang menjadi sorotan utama teman-teman Grow!Indonesia yang sedang mempersiapkan beberapa program. Yang pasti tindakannya bukan lagi berupa pengumpulan sembako dan sejenisnya, tapi lebih ke program post-catastrophe environment development; sebuah wujud pemberian 'pancing', bukan 'ikan'. Kalo pengen tau info selengkapnya dan berniat membantu, silakan hubungi mba Oliph ya.

Among my random dreams, one of them is contribute to the society. Someday I'll get there. Because this big big world with its big big problem, taught me many things.


PS. sedikit random shots dari Paten :

So puzzled. Siapa sih pemain sepakbola yang surname-nya NAMPOLeon? Nampol banget pasti dah.
Kertas rokok tingwenya bapak2 dan mas2. Segala kenikmatan duniawi tertera disana : manis, istimewa, murah, halus, memuaskan... Tapi mungkin memang agak ndableg dikit. Buktinya namanya "Melawan" :p

Sunday, January 16, 2011

Random Shots : ANIMALS in my OFFICE

The title tells all. Here are some of them.

1. Kucing kampung yang ujug-ujug nyelonong masuk studio dan otomatis jadi peliharaan mbak-mbak di dapur. Kadang ada kadang keluyuran. Ngga berisik, dan segala orang didusel-dusel aja. Just like normal cat does. Semoga dia bisa jadi pest control, membasmi tikus-tikus yang sering berkeliaran di dapur, yang tidak mungkin diambil gambarnya karena mereka pake jurus kagebunshin.
    Bobo di suatu pagi yang ujan. Purrrrr.
    What are you lookin at, dude?

    2. Lalat. Dari jenis serangga, harusnya ada semut dan (kadang) kecoa juga sih. Tapi lalat-lalat yang ini butuh perhatian ekstra, karena mereka melakukan adegan anonoh di balkon! Gimana kalo orang-orang di bawah pada ngeliat trus nyorakin coba. Anyway I took the pictures with my cell. O hail Nokia, 5 MPix on its best. Mwa.

    "Yang, kayanya kita ditonton deh.."
    Zoomed. Hello NatGeo! *eh

    3. Spongebob dan Sapii. Teman tidur semua orang disini, ntah penyiar pagi, ntah penyiar malem, ntah oknum yang gemar ber-siesta di jam kerja :p Keringet, iler, dan lain-lain pada nyampur aja semua disitu. Makanya pardon kalo agak kucel. Eh btw spons itu ngga masuk binatang ding ya?
      please please take us to the nearest laundry

      Saturday, September 18, 2010

      Random Shot : got a DATE?

      I do.
      Lesta, my friend, got me "Teman Kencan" for tonite.
      Sweet, tasty, fresh from Malang. Or around.

      (disclaimer : saya bukan karyawan Teman Kencan.)

      Thursday, August 26, 2010

      random shot : SIGNBOARDS

      lokasi : arena main anak-anak yang letaknya agak nyelip.
      (kalo yang mojok bapak-ibunya sementara si anak sedang sibuk dengan plastic seesaw and bouncing ball and everything malah bagus dooong)


      a. very. bold. fashion. statement. gowl abeish.
      (Beberapa saat setelah aku ambil foto ini, yang jaga toko keluar
      dan memandangiku suspiciously. Aku langsung siul-siul dan kabur)


      goes house. aih mau pergi kemana sih rumahnya?
      (yang ini ngambil fotonya juga ngumpet-ngumpet.
      warga sekitar menatap dengan penuh curiga. again, i flee)


      OOT sedikit. Ini bukan foto signboard. Ini semalem pas aku ke minimarket deket kampus, aku kaget ngeliat surveilance mirrornya. Itu lho yang di pojok atas. Ada stiker iklan rokok yang bentuknya orang ngintip hihi. Srsly, kalo sekilas diliat kaya orang beneran. Oh that's Radith in red shirt and faux leather jacket, acting cool.

      here's for a sharper look. ahaha theeey are peeekiiiing..

      Wednesday, July 7, 2010

      random shot : GIVE a little PRAYER

      Do'akan Cell's price list
      ("Do'a"-nya pake aposthrope, harap dibaca dgn qalqalah),
      dan Via (yg pengen masuk blogku :p) sedang mendoakannya.

      Ini bukan iklan. Bukan juga usaha pulsanya si Via.
      Cuma minta doa aja :D

      Monday, April 5, 2010

      Random Shot : visi dan misi ibu (calon) wakil bupati

      .

      Friday, April 2, 2010

      Heap Heap Sounds of Imogen Heap

      .
      Aku kembali :D

      Yes. With a big grin from ear to ear because i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour, March 31st!! Huhuhu, aku begitu bahagia.. Have I mentioned that i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour? No? So I will tell you : i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour!!!

      Regardless jalan jauuuh plus loncat moda transportasi sana sini buat ngambil tiket, ke kos mbak Meisya (she's being my caretaker at Jkt, as always), dan nyari venuenya.. the show was awesome! Persis sama seperti yang kuharapkan. Bahkan mungkin lebih, karena Immi membawakan seluruh lagunya dari Ellipse (minus Earth dan Half Life) plus Goodnight And Go (yang dibilangnya udah 3 tahun ngga pernah dibawain live), Speeding Cars (!!!), The Walk (!!!!), Let Go (-nya Frou Frou), Just For Now, The Moment I Said It dan.. Hide and Seek... Oh good God. Semua lagu yang aku suka dari previous album dia bawain! Jangan tanya bagaimana aku survived sepanjang konser.. Baru masuk venuenya, liat set stage lengkap dengan pohon kelap kelip dan piano transparannya aja I felt like I'm about passed out. But I'm not. Of course I won't!!

      Oke mari kita recall dari awal. Shownya telat sejam! Katanya sih sengaja soalnya Jakarta lagi macet. Lumayan bikin bete, tapi mungkin memang konser di Jakarta selalu begini ya? Sekitar jam 8 lewat, show akhirnya dibuka sama penampilan gitarisnya Immi, Back Ted N Ted. He's quite good, musiknya mirip Immi jaman album I Megaphone. Trus dilanjut sama keyboardist/DJ/sampler atau apapunnya Immi (saking versatilenya) : Tim Exile. Orang ini agak sinting nampaknya, dia ngesampling segala macem sumber suara (suaranya sendiri, beatboxing bahkan suara penonton) secara realtime, dan dimainin saat itu juga. And the tempo was perfect. Ngga ada yang meleset sedikitpun.

      Then Immi's showed up. Ketika dia muncul di stage, dengan dress, legging, feather-padded-shoulder serba hitam, flat-shoes bling-bling (yang sepertinya dipakai di seluruh Ellipse World Tour?), hairstyle acak-acakan, lei, dan tentu saja segala macam mic dan controllernya yang terattached di seluruh tubuh, aku menjadi norak : badan rasanya lemes semua... I just can't believe I finally see her with my very own eyes! Ah tetapi diriku ini tidak seheboh abege2 di belakang sana kok. Yang heboh teriak-teriak ga keruan tapi nyebut nama Immi literally "I-Mo-Gen"... Darl, it's "ɪmədʒɨn"...

      Ah tapi ngga papalah. Toh nyatanya semua yang dateng bikin ambience jadi meriah. It's nice having sooooooo many Immi-fans around, about 3000 ppl there, setelah bertahun-tahun cuma menyanyikan lagu-lagunya seorang diri. Even in this radio station! Dan Immi, dengan showmanshipnya yang funnily-clumsy-with-a-very-british-accent itu berhasil bikin kita semua ketawa-ketawa melulu. She also asked us to sing with her. As a backing vocal at Hide and Seek, and as the music instrument in Just For Now! That was fun. And that was what I called showmanship.


      Immi menyanyikan semua set malam itu dengan sempurna. Ted, Tim and Chris as the drummer joined her at stage and they performed as a full band. Termasuk seorang cellist asli Indonesia bernama Rachman yang sengaja diaudisi untuk melengkapi cello part di lagu The Fire dan Canvas. Karena Immi perform secara full band, jelas aransemennya agak beda dari versi recording. Tapi karena akunya udah terlalu banyak nontonin video shownya di Youtube (karena udah helpless mikir Immi ga bakal mampir ke Indonesia), jadi sedikit banyak aransemennya lumayan mudah kutebak, meski beberapa lagu-lagunya secara misteriously dimulai dengan segala sumber suara yang aneh2, mulai dari burung2an, bel dan selang plastiknya itu :D But absolutely still gave me shiver to see her LIVE on stage. She's just sooooooo fine.

      So, said who musik elektronik-ambient-triphop-nya Immi itu ngga mutu? Maybe yes, if they just play the record. But these people, Immi and her band... Mereka secara real-time me-looping suara yang baru sekian detik keluar dari mulut/alat musik/sumber bunyi-bunyian yang mereka pakai, pakai Monome dan segala macam sequencer yang ribet itu, trus dicombine sama lirik lagunya secara utuh (yang dinyanyikan live) dan alat musik pendukung yang dimainkan secara manual s.a piano, gitar atau drum. Semuanya dilakukan secara live! Real time! Pusing kan? Aku ngeliatnya juga pusing. But the output.. Was so fuckin good. Ngga kalah sama sekali sama produk recording, matter of fact lebih bagus!

      Immi juga sebenernya bisa menyanyikan semua lagunya secara accoustically-beautiful pake piano yang dia mainin sendiri. Immi can play keyboards, piano, cello, clarinet, guitar, drums, keytar and a lot more. So IF you thought that Immi only be able to sing with her "electronic-crappy-playback".. you WRONG. Immi could do more than that. *biasa, fans selalu membela idolanya secara berlebihan* :p

      Errr anyway... I took several pictures and videos, but since I'm just a BIG fans with a TINY resources.. The quality wasn't too good. I only armed myself with a cellphone camera! So, while Immi's never stop moving and I have to zoomed in, the pics were ridiculously blur. See the pic above? There you go, that blurry. And I can't stop hating myself because later I discover my cellphone camera has a 'sport-mode' for a fast-moving object! After I tried it out, this mode captured moving object (like.. Immi walking from side to side, for example?) miraculously better. And I didn't use it at the show! Stupid.

      Oh, don't ask about the videos. I made kinda record that me myself will hate it if i found it on Youtube. It's shaky (because of my euphoria) and polluted with my own voice (because I can't help not to sing along). So, it's gonna be my own milestone of youth, I'm too shame to share the videos to you.

      So that's it. I guess I spoke too much.
      I'm sorry I can't help it :p
      Because the show was AWESOME. Immi ROCKS.



      And Immi said she will GET BACK here in Indonesia...
      ... around end of this year!



      See you when I see you again Immi :D
      >

      Saturday, March 6, 2010

      squinting. grateful feeling.

      .
      at the end of everyday, it's important to say to ourselves :
      today was a good day.
      even for a very simple reason : witnessing today's bright sky.

      .



      .
      ps : sorry for the poorlighting, overexposure and whatnot.
      just wanna share the idea.
      >

      Random Shot : the ferocious rice

      >

      When : di suatu siang yang panas, haus habis ngemsi
      Where : penjual ramesan di depan Indomaret Kelud
      What : habis beli minum, this menu caught my eyes.
      Personal note :
      dalam bahasa
      Jawa, beberapa kata tertentu
      yang menggunakan huruf i memang diucapkan
      secara samar antara i dan e.

      Tapi penulisannya seharusnya masih tetap pakai 'i'.
      Kalo nulisnya begini rasanya seperti

      makan nasi yang begitu GARANG! yeah! KERENG!
      .

      Thursday, March 4, 2010

      Sour Favour

      .
      warning : this post may content a bit advertorial-ish. i didn't intend, really. but if there are parties who want to give me so-called-rewards, well.. i'm so reachable here.


      Setelah mengalami fatigue yang berkepanjangan, this tiny little mind of mine segera mencanangkan niat untuk kembali (sedikit) melakukan gaya hidup sehat : spill some sweat back on aerobic class and... eat right. Right by any means. Meh. Ngga usah dibahas lah ya, daripada menyakitkan hatiku (bye bye instant noodle, we won't meet up in daily base anymore *mewek*).

      So today i ate soup with a lot of veg on it for lunch. Aku bukan pecinta sayuran, just like a little kid who should be forced to gobble vegetables in their plate. Tapi dalam hal ini aku (kadang) sadar, for the sake of my metabolism, aku HARUS makan sayuran. Sop, sayur bayem, sayur asem, pecel, dan lalapan adalah beberapa jenis masakan sayuran yang bisa aku makan dengan senang hati. Sisanya... Yah, harus sedikit memaksakan diri..

      Dan ketika tadi pulang dari studio tiba-tiba datang keinginan yang begitu besar buat minum yogurt Cimory, aku merasa HARUS memenuhinya. Mumpung masih dalam grand design 'eat right' nempel di jidat nih. Udah gitu yogurt Cimory ini rasanya lumayan cocok, ngga kaya beberapa merek lain yang rasanya *ahem* kaya obat batuk.

      Eh ternyata si Cimory ini yang kemarenan ada di minimarket-minimarket terdekat di kota Anda, were misteriously missing tonite! Di Alfamart ngga ada, di Indomaret juga ngga ada. So I decided to broaden my perimeter : ride to Giant supermarket. Voila! Cimory were just scattered here and there! And it's not just that. If the 'mini' only provides 3 kind of flavour, the 'giant' has 9! I'm confused, so I finally take em all. Yak.

      Hingga postingan ini diturunkan, aku udah minum 2 botol.
      Euh. Semoga pencernaanku tetap sehat esok hari.
      ..

      *yawn*

      O, excitement-in-doing-paperworks, I summon you. Now.


      .So i didn't wasting my time here made ridiculous pics like this and a heap more.

      >

      Monday, February 22, 2010

      5 am in the morning.. errr, over several minutes..

      .
      Pagi ini aku telat dateng siaran subuh lagi. Ngga begitu parah sih telatnya, tapi tetep aja namanya telat. Hieee semoga pihak-pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi-sanksi pada saya tidak buka-buka blog ini...

      Speed up to studio, but then something distracted me. Yes. I don't have sense of crisis. I know I'm late, but still I pulled my bike to the sidewalk and stopped.


      I usually leave for the morning show when the sky was pitch black. Or I might be too late when the sun was already shining bright. So this stopped me. Pardon for the poor picture. Well that was more or less.

      ....
      ....
      ....

      Oops. can't be here forever. So late, I remain.


      Saturday, February 13, 2010

      Random Shot : Public Display Affection

      .

      When : di suatu malam, on the mission mencari amunisi
      untuk sesi rumpi bersama Zacky dan Oliph
      Where : minimarket 24 jam seberang kopisop
      di daerah kampus Pleburan
      What :
      display segala macam groceries berwarna pink.
      Maklum, mau Valentine, displaynya juga mesti update dong ah.
      Termasuk.. 2 pak celana dalem isi 3 yang bertengger manis
      di atas berbatang-batang coklat..
      Personal note : Bored to say it with flower or chocolate? Try undies.
      Errr. Tapi maknanya jadi bergeser ya? Dari love ke lust :D
      .

      Saturday, February 6, 2010

      Random Shot : yes? tee's speaking!

      .

      When : masih dari ofis trip beberapa waktu yang lalu.
      Where : Chinatown, SG
      What : kaos playing God. Eh salah, playing Devil ding..
      Personal note : jadi keingetan film The Devil's Advocate.
      Ah jadi pengen nonton film...


      When : masih sama yang diatas.
      Where : means, masih dari Chinatown, SG
      What : kaos yang bikin mikir "who doesn't?" :D
      Personal note : we're all multitalented, then!
      .

      Friday, January 22, 2010

      Random Shot : Two-List-And dee Back Truck

      .
      When : suatu sore yang hectic pas mau ngereparasi laptop
      Where : pinggir jalan Tembalang, deket ToTem
      What : sebuah mobil pickup yang terparkir manis,
      dengan sentuhan pribadi yang catchy
      Personal note : klasik! vintage! mengingatkan pada masa-masa SD
      ketika semua teman-temanku menganggap
      tulisan "Che-Ma-Ranx" itu lebih keren dari sekedar "Semarang".
      As for me, "Semarang" is goooooood enuff.
      ..

      Monday, January 4, 2010

      Random shot : between Intepesta and Inclinatio

      "The Romans divided the day into twelve hours.
      The first,
      hora prima, began at sunrise.
      The last,
      hora duodecima, ended at sunset.
      The night was divided into eight watches:
      Vespera, Prima fax, Concubia, and Intepesta before midnight;
      Inclinatio, Gallicinium, Conticinium,
      and Diluculum after it."

      -- Pompeii by Robert Harris.

      Now ring a bell what Intepesta and Inclinatio are, yes? Ceritanya mau cerita hal-hal yang kejadian seputaran pergantian taun, alias di pergantian masa Intepesta dan Inclinatio gitu.
      Ehehe ribet yak saya?

      Intinya, These are just some random shots from the new years eve, the days before and after. Because picture speaks a million words... Humm.
      *ehehe alesyan.. padahal gara-gara males nulis banyak aja*


      Ulang taun mas Nuno 29 Desember.
      Berhubung yang ultah suka makan, jadinya ya banyak makanan.
      Sumpah! *ga keliatan di foto sih*

      ... saking banyaknya makanan, i guess our PD went crazeeh..

      New years eve = selametan rumah barunya mba Eva.
      pak Har nyanyi dong, teteuuup...

      ... omong-omong soal nyanyi, di rumah mba Eva,
      kita ketemu sama singer yang memadukan.. err...
      nautical bodycon dress, lace tights and animal-print boots.
      i guess no 'less-is-more' in her minds

      selesai selametan, baru jam 10an, ehhh kita 'disanguni' beginian :D
      langsung ditelponlah itu pasukan rewo-rewo yang ngga ada acara,
      marilah kemari kita ke studio, malam masih panjang kawann
      *siul siul*


      tengah malem naek ke rooftop.
      and yes, fireworks di seluruh Semarang keliatan semua.
      uwahh..

      ... dan gara-gara keasikan celingukan liat kembang api,
      ga sadar bajuku kesundut rokok sampe bolong begini.

      sehari setelah taun baru, catching up w/ GPNSA++
      ke deoholic, Rhiris ditanggap nyanyi!
      *ah kaya'nya dia emang doyan sih*

      YESS. Ini dia, kandidat terkuat reality show 'Take Raras Out'! ehehe
      Nooo. Bukan yang baju ijo, itu mah ambassadornya Putri!
      Yang bajunya item dong. Whaddaya think, folks? :)

      Boys will be boys.. Tadinya itu dart board mah nganggur aja.
      Begitu satu mainan, yang lain langsung pada rebutaaan.

      Rhiris dan Lala', chattering around. Ceria tak berdosa...

      ... tapi tak berapa lama kemudian Rhirisnya ketiduran.
      Oala pak ketua, pak ketua...




      Aaand that's a wrap. Yes.
      Yang ngeganjel gara-gara ga ngeblog lama plong sudah :D
      Sekali lagi, selamat Tahun Baruuuu.
      Hope life will treat us well this year.
      .

      Monday, December 28, 2009

      The Dreamer Avatar

      Ehm ehm...
      *clearing throat*

      First of all, aku mau mengucapkan terima kasih kepada rokenrol couple Putri and her hubby for took me away from this bedlam Semarang last weekend. Walopun cuma 1 hari 1 malam di Jogja, rasanya cukup menyejukkan jiwaku yang burst out ini.

      putri dan her hubby. pardon their pose (and the poor lighting as well).
      aku sudah berusaha meminta mereka bergaya dengan proper but..
      yea.. mungkin jatah mereka memang di balik kamera :D

      Euh matter of fact, perjalanan ini tadinya adalah rencanaku dan Putri saja. Karena kebelet nonton Avatar, Sabtu kemaren kita berdua mau berwisata sinema ke Jogja, ngebis ria. But in the last minutes, Putri's hubby decided to drove her (and me as the buntut of course) there. And so it is. Sebuah perjalanan santay kaya' di pantay. Makan. Cari cemilan. Ketawa ketawa. Random playlist all the way. Kalo ada yang aneh-aneh, berenti dulu dipoto-potoin. Wanna see the (unessential) pics? Ini dia :


      exhibit #1 : sebuah tag yang sungguh provokatif. istimewa!

      exhibit #2 : ajakan untuk menjadi 'gosong'.

      exhibit #3 : kalou yuang uini, wuah! suangat pruovokatif.

      exhibit #4 : diversifikasi usaha : agrobisnis + otomotif + sanitasi

      exhibit #5 : sebentuk huruf 'I' save the day!

      exhibit #6 : robot asal sunda : robod.

      exhibit #7 : kalo T2 punya lelaki cadangan,
      yang ini lelaki gondolan...


      exhibit #8 : Kak Setooo, ada temennya syeh Puji nihhh

      exhibit #9 : Membaca Cermin Cendekia = MeCeCe
      kalo Membaca Cuma Cuma = MeCuCu?

      exhibit #10 : yth ibu pemilik salon, kita ngga suudzon
      situ pake drug atau nge-sex sembarangan kok... santay saja..
      and anyway, apapun perawatan gratis catok...
      kalo dikriting gimana? tetep dicatok juga?


      Sesampainya di Jogja aku sama Putri langsung nonton AVATAR. Berhubung penuh, dapet seat K (of Q), dipojok kanan. Lumayan pegel nengoknya sih... But the movie worth our tengeng necks.


      See the technical review here. I'd only like to tell that this movie was so stunning. Sangat eye candy. Manjain mata. No wonder James Cameron menghabiskan lebih dari 10 tahun hanya untuk menunggu supaya teknologi animasi sudah cukup canggih untuk memoles film ini. Tsk tsk tsk. Si perfeksionis itu.

      Aku suka penggambaran Pandoranya. Bagaimana semuanya berpendar, ijo ijo biru luminesence. Hewan-hewannya yang berkaki 6. The great 'Toruk Macto'. The HomeTree. The Eywa. Tsu'Tey. Eytucan. Ikran. How could they possibly think about those names?? Dan bahasa imajiner suku Omaticaya-nya... Keren. Serius. Apalagi ketika yang ngomong si Neytiri yang diperanin Zoe Saldana itu... SEKSI. Hahaha. Setelah bahasa dan nama-nama di Lord of The Ring, Avatar ini bahasa imajiner kedua yang oke deh kakak...

      Dari segi cerita, ya, memang klasik. Greedy man versus sincere native. Perebutan sumber daya alam. But the way they keep the plot raising and blew at the end were GOOD. At least better than another science-fiction-special-effect-splurger movie. Plotnya tidak terlalu lambat, tidak juga terlalu cepat. Seru. Aku sama Putri sibuk ber 'Ooooh..', 'Ahhhh..', 'GOSH!!', 'YeeeHaw!!' dan sejenisnya. Lalu kita heran, kok bisa ya penonton yang lain kalem-kalem aja ngeliat such adrenaline-pumping scenes?

      Overall AVATARnya keren. Terus Minggu paginya kita nonton Sang Pemimpi. Padahal aku aja belom nonton Laskar Pelangi :) Gapapalah. Tema filmnya bagus, bagaimana kita diajarkan percaya sama mimpi kita sendiri (euh, aku tertampar!). Mathias Muchus-nya juara! Cara dia memerankan seorang ayah yang punya dignity ditengah segala kerentaan, kelelahan dan kekurangannya... Juga cara dia menunjukkan rasa bangga pada anak-anaknya... Membuatku dan Putri berkaca-kaca. Hiks.


      Oya, pemeran Arai remajanya keren deh. Noh yang di poster pake baju ijo. Aktingnya bagus, timbre suaranya enak (kok dari kemaren timbre suara mulu yang dipikirin yak?), dan logat melayunya terasa luwes. Cakep banget juga engga, tapi LAKI-LAKI gitu lho. Ngeliat riap-riap rambutnya aja rasanya gemes (Hiiii what's wrong with me???). Dan setelah dewasa dia diperanin sama Arielharharharhar! Not bad juga aktingnya dia. He should give himself another chance.

      Sayang plotnya ngga valid, naik turun naik turun, rentan ngebosenin. Berkali-kali diumbar gambar-gambar indah, tapi engga pada tempatnya. Pada titik-titik tertentu terasa pengen ngecult tapi engga nyampe. Beberapa penokohannya kurang kuat. Pak Balia contohnya. Aku pikir dia adalah tokoh yang cukup penting ya. Tapi porsi yang dia dapat kurang mangstap. Scene per scene nya Pak Balia hanya repetisi yang sudah-sudah. Tidak berkembang. Sayanggg. Editingnya juga sadis. Jret jret jret ngga fade away gitu. Ya visual ya audio. Apa emang pihak bioskopnya yang ngga canggih transisi rol ke rol nya?

      Bagaimanapun juga, Sang Pemimpi layak tonton. Terutama buat kamu yang mulai ngga percaya sama mimpi kamu sendiri. If we ain't believe in our own dream anymore, what would we be?

      There you go. (Terpaksa) nonton 2 film saja, karena Minggu sore aku mesti pulang. Seninnya ngga izin bolos sih. But Putri stayed. Aku nebeng sang suaminya Putri, menembus hujan dan macet alaihim, menyusuri sawah-sawah buat nemuin supplier bisnis mereka, lalu akhirnya sampai juga di Semarang. Alhamdulillah...





      Mungkin sesekali aku cuma butuh begini. Melewati trayek yang berbeda dari yang dilewati sehari-hari. Bertemu orang-orang yang berbeda dari yang ditemui sehari-hari.

      Then skygazing.

      Lotsa skygazing.

      . .