Showing posts with label quarter life. Show all posts
Showing posts with label quarter life. Show all posts

Friday, October 28, 2011

shaping the DREAM

Sepertinya issue tentang mimpi lagi in nih. Well at least for me :D

Bermula ketika suatu sore, dalam sesi rehat tidak resmi, aku duduk sama Om Unjul, seorang rekan kerja. Om Unjul ini di mataku orangnya sangat serba bisa in art-wise. Rasanya semua hal sudah pernah dia coba : seni instalasi, video-making, mural, musik, komik, lukisan... Yang belum dicoba, teater, katanya. Trus obrolan menjurus ke betapa uneasy-nya ngelakuin sesuatu setengah-setengah. Karena dengan menguasai banyak hal jadi ngga bisa fokus pun. Karena Om Unjul kemudian bilang sambil ketawa, "Gue sendiri bingung mau merefer diri gue ini apa." Kemudian apa yang akan dilakukannya di masa depan pun dia belum tahu. Di akhir obrolan, dia berkata padaku -kurang lebih- : find out what do you want to do in life.   

Beberapa hari kemudian, kantor 'bedol desa' sehari pindah ke Rumah Solo, sebuah resto dengan lay-out yang njawani, di tengah-tengah Kemang :D Which is, nice. Di tempat itu pak bos kami menceritakan mimpinya, visinya, tentang perusahaan yang dibangunnya ini. (ps : yes, he's the founding father. Co-founder, karena kami juga punya mbak bos yang tak kalah cangcing) Kemudian kami diajak ReThink (tema besar acara ini, actually) memikirkan kembali, what do you want to do in this company? "In this company" first, then, "to this company". Pada akhir acara, sebuah kertas dibagikan. Kami diminta menulis -kurang lebih- : what do you want to do in life.

What am I want to do in life?

Banyak. Aku belum bisa define 1 hal, yang semacam : jadi dokter, punya usaha sendiri, dan sejenisnya. Tapi bukan berarti aku ngga punya mimpi. Aku pernah menuliskannya beberapa waktu yang lalu, dan semacam itu juga yang kemudian aku tulis di ReThink. Lumayan kemajuan sih itu, karena sebelumnya aku cuma tau apa yang aku "ngga mau", bukan apa yang aku "mau". Dengan bekal "aku mau" itu, aku bergerak. Mengarah ke apa yang kulakukan hari ini. Tapi sepertinya tugasku belum selesai, mimpiku itu harus diberi wujud, karena sekarang bentuknya masih sangat abstrak, general. Pelan-pelan aku harus cari tahu bentuknya, jadi aku tahu kemana, apa, bagaimana selanjutnya aku harus melangkah.

What do you want to do in life?     

Wednesday, August 31, 2011

going HOME


Ketika pergi ke Jakarta hanya dengan 1 travel bag dan 1 ransel laptop, aku bilang sama orang rumah : “Yang penting nyari tempat dulu, bawa seadanya, 1 bulan lagi aku pulang ngambil sisa barang.” Nyatanya, 5 bulan berlalu dengan sangat cepat tanpa ada kesempatan yang pas buat pulang. Akhirnya momen libur panjang Lebaran ini jadi momen yang sangat ditunggu. Bukan masalah ngambil barangnya, tapi oh my, aku ngga nyangka bisa sekangen ini sama si kota kelahiran dan seisinya.

Then, here comes my first mudik! :D Agak-agak kurang taktis masalah nyari tiketnya, maklum newbie. Untungnya sih masih terkendali, meski pengaturan waktunya jadi agak di luar rencana : pulang terlalu mepet dan balik terlalu awal, kegampar harga tuslah pula. Tapi ya sudahlah, masih untung bisa dapet moda transportasi yang ngga perlu desak-desakan seperti yang di tipi-tipi itu. Tahun-tahun berikutnya harus lebih disiapin lagi.

Long story short, aku sampai di Semarang. Ikut Lebaran yang tanggal 31 Agustus, bukan yang tanggal 30. Masalah perbedaan, itu tak apa. Yang pasti, Lebaran tahun ini aku merasa “naik kelas” dibanding tahun sebelumnya. “Naik kelas” dalam hal manajemen mulut, hati dan perbuatan menghadapi segala macam family affair itu. Meskipun masih ada hal-hal yang di luar kendaliku, but I think I already did the right thing. Aku menikmati lebaran ini, dengan segala drama yang ada di dalamnya.

Pun, aku sempat bertemu beberapa teman yang kurindukan, duduk ngobrol di teras bersama eyang sambil melakukan kegiatan pertukangan, berkeliling penjuru kota dengan si motor kesayangan, tidur sambil memeluk buntelan bulu kuning yang menenangkan, berbaring dalam kamar sambil mendengarkan alunan tadarus di malam takbiran. Momen pulang ini rasanya bikin aku recharged. Hangat.

Ada yang kurang? Ada sih.

Yang dulu ada di setiap kegiatan yang kusebut di atas, secara fisik atau dengan penghantar teknologi. Karena kota ini selalu membuatku rindu padamu. Kamu. Ya, kamu. Tempat pulangku.      





#kemudianhening

Ah, apapun itu, Alhamdulillah atas segala nikmatmu Ya Allah.
Semoga kami masih bisa bertemu Ramadan dan Idul Fitri tahun-tahun berikutnya.

Selamat lebaran dan liburan semuanya!

Sunday, August 28, 2011

continue? YES.


Today I’m turning 27.

Meskipun yang namanya ulang tahun buat aku ngga pernah terlalu jadi perhatian dengan berlebihan, tapi tetep aja dong, yang namanya hidup ada timelinenya. Dan umur adalah salah satu penandanya. Nyari kerjaan, tolok ukurnya umur. Jam biologis wanita, tolok ukurnya umur. Jadi ketika si umur bertambah, tetep aja ngga secuek-cuek itu juga.

So, lupa ulang tahun? Mana mungkin. Apalagi tahun ini, ketika ulang tahunnya mepet ke tanggal mudik. Tapi ulang tahun kali ini emang rasanya kaya sekedipan mata nyampenya. Rasanya baru aja masuk Agustus, tahu-tahu udah akhir bulan. Banyak ini itu yang bikin segalanya serba skip. Tsk tsk. Cadas.  

Oke, uhm, soal ulang tahun. Yang pertama banget mau bilang “Alhamdulillah”. Sampai saat ini, dikasih susah tapi juga dikasih jalan buat nyelesaiin pelan-pelan. Dikasih goyah tapi juga dikasi sentilan-sentilan buat ngingetin. Hidup memang ngga berjalan mulus-mulus banget kaya jalan tol. Tapi, biarpun pake lutut yang babak belur kesandung sana-sini, aku masih bisa ngerasain nikmat. Banyak nikmat.

Yang kedua mau bilang “Bismillahirrahmanirrahim”. Karena selain beberapa unfinished business, ada beberapa item baru yang aku taruh di timeline stage hidup yang ini. Possible? Impossible? Mana tahu kalo belum dicoba?

So let’s do this, the-27-years-old me.     

Wednesday, November 3, 2010

hot and cold. LITERALLY.

Belum posting sama sekali bulan ini ih. Bulan kemarin juga jarang banget. Sungguh sebenernya pengen nulis, tapi apa daya...

Ternyata bukan hanya rambut yang rontok. Badan juga bisa rontok. Sebulanan ini bolak balik luar kotaan melulu. Bukan, bukan rekreasi. Kalo dolan mah hore sayanyaa. Yang ini efeknya agak nampol di kepala, badan dan dompet tentunya. Lari sana sini, jalan jauh, kurang tidur, berusaha manage kerjaan yang ditinggal, nyasar, cengar cengir, sepik sepik.. Begitulah.

Tapi itu semua ga seberapa dibanding tekanan psikisnya. Di saat seperti ini, menjaga pikiran untuk tetap fokus susah banget rasanya. Juga untuk memisahkan mana hal-hal yang controllable dan mana yang uncontrollable... Bikin panas dingin. Plus emang meriang pula. Panas dingin beneran deh.

Ah. But one decision has been made. Bismillah. Semoga efek dominonya positif. Godspeed. Amiin Allahuma amiin...

Saturday, July 31, 2010

on BEACH with BJERRE

Aku membuka blogger hari ini dan di dashboard terpampang : 31 Juli, 299 posts. Berarti post ini adalah post ke 300, tepat di 1 tahunnya blog ini. Wow, pas ya?

Eits jangan protes, since I'm a woman and woman always has a thing on anniversary stuff, gapapa dong kalo aku inget umurnya blog ini. Hehe, ga sepenuhnya karena inget sih. Ya karena ngeliat di dashboard itu tadi.

Tapi iya ya. Mulai nulis disini tepat di tanggal ini, 1 taun yang lalu, pindah dari blog di friendster. This one isn't a blog that is very serious and smart and themed. I'm just building a new sand-castle at that time. A place where I could runaway and play and lay and tell stories. It shape depends on the brunt of the waves and the rustle of the wind. My mood.

So many stories. Of course, we all have many stories.
Sad stories, joyful stories.
Problem solved, problem unsolved.
Even problem caused another problem.
Sleepless nights, reckless days.
Stupidity, thoughtlessness.
All in here. More or less.

Yah begitulah.

...
...

Oke, udah mulai dead air.

Liat MV-nya Mew aja yuk. This is their newest single, Beach, from their latest album. A jiggy song, tidak terlalu Mew yang biasanya, tapi konsepnya si album baru ini memang beda sama album2 sebelumnya. But enjoyable, still. Dengerin lagu ini, tonalnya warna jingga. Rasanya seperti naik sepeda di pinggir pantai yang gerimis di senja hari. Tsahhh.

Let's hop on the Beach.
Because... it is sweet outside, where it seems magicaaal...

Saturday, April 3, 2010

soliloquy

.
hey you,
feeling anxious?


for this, and that, and these, and those..
.. will not be a second faster or a second late.




just be patient.
and keep moving.
and keep praying.
.

Thursday, January 21, 2010

The system's just down.

.
Banyak banget hal yang aku pikirin di kepala. Dada sampe sesek rasanya. Mengurainya satu-satu juga susah. Aku kira malam seperti ini tidak akan tiba. Sampai ketika aku mendengar lagu-lagu ini, yang sebenernya cuma dishuffling tanpa sengaja...

Tiba-tiba,
semuanya jebol.
Kemana perginya semua pertahanan diriku?

Ini seperti sebuah siklus yang berulang. Yang aku ngga tau kapan berakhirnya. Yang aku sekuat tenaga melawannya. Tapi nyatanya tetep loose control juga. Kehilangan kendali buat tetap stabil dan memakai topeng 'halo-saya-baik-baik-saja'. Oh good God. I'm suffocating.




And, dammit, dammit! I just can't stop this tears.
.

Tuesday, December 22, 2009

Deviasi. Segera ambil posisi.

.
Akhir-akhir ini kok rasanya hidupku melenceng jauh dari prioritas ya?
Akibatnya jadi ngerasa jauh sama si Boss Penguasa Alam Semesta...

*Oh. Logikanya kebalik nih. Ralat ralat.*

Akhir2 ini kok rasanya jauh sama si Boss Penguasa Alam Semesta ya?
Akibatnya hidupku jadi melenceng jauh dari prioritas...

*Harus segera diberesin. Harus.*







Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya
Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

QS. Al Baqarah : 186
.

Wednesday, November 25, 2009

Morning with a messy feeling

.
Hai selamat pagi!

What an early morning posting ya? Yes, this is another episode of jereng in the midnight. Sampe sekarang nih belom bisa merem. Dan rasanya pagi ini aku merasa begitu...




... berantakan...




Apanya? Semuanya. Berantakan. A mess, my life is. Semua yang direncanain, at least yang dipengenin beberapa bulan yang lalu ngga ada yang kebeneran. So many failure, so many rejection. Ah.

This is my trial. Ngga papa. Ngga papa. Akunya lagi dicoba aja.

*inhale, exhale*



Baiklah. Posting foto-foto lama yang belom sempet diupload aja yuk.


bang Ade dan teri kacang asin yang (akhirnya) dibawakan khusus untukku
*sebel karena aku tagih terus kali ya* :)


salah satu berkah bagi orang-orang berbodi skinny :
ngga makan tempat :)


view dari atap studio di sebuah sore menjelang hujan.
tempat ini masih sering jadi tempat 'ngabur' kalo 'kepepet'


sendal cantiknya Ossy :
persilangan antara brand premium dan sejenis ikan

Monday, November 16, 2009

Dari sini, lalu ke sana..

Dari kelipet-lipet di kursi, lalu akhirnya bisa ngelurusin pinggang..

Dari visionless, lalu dikasi pengarahan malah jadi visionless-er (tata bahasa apa pula ini?)

Dari buruknya prasangka, lalu tertawa bersama-sama...

Dari kamar imut dengan ibu kos rese (but with the nicest Sari take care of me!), lalu ke lantai 24 hunian para ekspat (thank you dear Ike, no worries!)

Dari yakin sama peta, lalu akhirnya kesasar juga..

Dari bokek, lalu semakin bokek...

Dari sekedar pegel, lalu jadi masuk angin..

Dari 2 jam lalu, sampe sekarang tetep belom bisa tidur. Huduh, insomnia ini kebawa juga kemana-mana...

Whatever it takes, mari lakukan sejauh yang kita mampu.

Godspeed.

Wednesday, November 11, 2009

Begitulah adanya...

.

It's funny yet fascinating when...




One easy opinion from you can always affected my own.

The one that I believed myself by a looooong contemplation.


It doesn't mean that I didn't have such confidence.
*matter of fact I did build my own thought, then I did work for it*


But you just know all the thing I don't.
And all in all, I do believe.






The lighthouse, you are.




Saturday, November 7, 2009

memang harus seperti ini

.



get used with that.

cope with that.



Ya Allah. Ya Allah. Ya Allah...

Tuesday, November 3, 2009

Lost in Translation part... umm, can't remember...


Dari satu kota ke kota lain, in less than 24 hours. Numpang sana sini. Kesasar kesana kesini. Lari ngejar itu ini. Ditolak, putus harapan. Duduk sendirian, berjalan sendirian. Tidak tahu harus berbagi ketakutan dengan apa dan siapa. Belum tahu apa yang dicari, tidak yakin dengan diri sendiri.

Fragile. Soooooo fragile.

"Huss ngga boleh begitu!", kata orang-orang.

Ya, ya, benar. Kalo sama diri sendiri aja ngga yakin, gimana bisa begini atau begitu. Dan malam ini aku ngga pengen denial, excuse, or anything in between. Apa yang bisa dilakuin, dilakuin ajalah. Pasrah, bukan menyerah. Berusaha, bukan putus asa.

I tell you, everything's still soooooooooooooo far from perfection.

But is there any perfection below the sun? And none above too, I guess. Because we've all know, who's posses those all perfection.

Today faraway from home. Tomorrow should hoppin to another city. Same story, repeated. But let's keep this chin up. The best is yet to come. Today, another day, I don't know.

But the best is yet to come. Right, Boss? :)




*ciehh mantap pakde autosugestinyaaa*


Sunday, November 1, 2009

Facebook saya hari ini

*Idih postingan ini betapa tidak pentingnya. Ah :) tapi biarkanlah*

Facebook saya itu...
  1. jarang di-update. kecuali buat sharing foto rame-rame. foto sendiriannya sedikit sekali. gonta-ganti status juga jarang. bisa cuma 7 hari sekali. belakangan lebih tertarik ngeblog.

  2. 144 friend requests (bukannya sombong, tapi engga kenal semua.. entah lupa, entah emang ga kenal.. mau nge-ignore ga nyampe.. bingung dah)
    3 event invitations
    11 friend suggestions
    126 other requests

  3. di saat-saat labil, suka serem kalo buka facebook. my curiousity often ended terrible.

  4. seneng ketemu temen lama di facebook. buat yang ini facebook memang useful sekali. tapi kebutuhan eksistensi diri sedang tidak saya temukan disini.

  5. status saya hari ini (setelah yang terakhir 5 hari yang lalu) : "Dila : on another trial versus her brain slash heart slash health slash financial durability. ck ck ck. tahun 2009 memang dahsyat."
Sekian. Dan terima kasih.

Saturday, October 31, 2009

Kembali pada kenyataan

Holaaa. Aku udah balik ke Semarang. Setelah menclok kesana kemari 2 hari kemarin, now I should gather my conciousness back. Should put my feet back to the ground.

Badan pegel-pegel ngga jelas. Mata sepet.
Perasaan? Lebih abstrak lagi.

But there's no regret.

Maybe someday I'll regret it. Or not? Well only God knows. I'm totally clueless. But for now I prefer not to regret it. This is my trial. One of my trial. And I have to face it. Do what I should do, as a simply little human. Human fights for their meaning of living, but of course by the bless of The Boss of All Universe.

So I put my knees down, again.
I wish there'll be no regret.

Wednesday, October 28, 2009

Made By The Boss of the Universe

Untung hati ini buatan Allah SWT.

Biarpun kecewa berkali-kali;
Biarpun sakit berkali-kali;
Biarpun sedih berkali-kali...

Dia tetap berfungsi dan menjadikanku manusia.

Meskipun akunya tetep sedih;
Meskipun akunya tetep bingung;
Meskipun akunya tetep hilang arah...

Tapi Beliau menjamin garansinya seumur hidup.

(Kalo buatan pabrik pasti udah jebol dari kapan tau)








Okay, there's another thing coming up.
Let's proof its durability once again.


And again.
And again.
And again...


Saturday, October 24, 2009

Gelinding


Kalo si bebek*, dengan anatomi tubuhnya yang bulet-bulet begitu, sekali gelinding pasti dia susah bangun. Nah kalo saya, harusnya bisa lebih gampang ya?

Harusnya sih.

Tapi kalo gelinding-gelindingnya sama si bebek, emang suka susah bangun. Enak sih, empuk...



---
*) si bebek : boneka saya satu-satunya. debuan, menuh-menuhin kasur, tapi saya sukaaaa...

Friday, October 23, 2009

Dunia di sekitar saya

Seorang teman, akhirnya membulatkan tekad untuk pergi ke sebuah kota dimana cintanya pernah tertinggal. Sebuah cinta yang terlarang (katanya). Bukan untuk membuka luka lama, tapi untuk mengisi lubang di hatinya. Entah dengan apa. Bisa luka, bisa juga cinta. Dia sempat ragu. "Cupu ngga sih?" Tanyanya. Kubilang, tidak. Mungkin ini justru bisa membuatnya menentukan ke arah mana selanjutnya dia akan melangkah. Ketika akhirnya dia memutuskan untuk pergi, aku salut. Dia berani mengejar mimpinya, whatever it takes.

Teman yang lainnya lagi akhirnya mendengar hal yang paling ditunggunya dari sang kekasih. Bukan hal yang sangat detil dan konkrit, tapi hal tersebut ada dan nyata. Lebih dari cukup untuk membuat hubungan mereka stronger than ever before. Sang kekasih mulai menyentuh keluarga si temanku ini, dan tanggapannya luar biasa bagus. Temanku ini, you could see that glow in her face. She's happy. Dan aku sungguh ikut berbahagia untuknya. And now, her first thing on the list before knot the tie : finish the goddamn thesis! Bersemangatlah wahai kawanku!

Lalu ada temanku yang lainnya, yang sedang mempersiapkan pernikahannya, setelah 7 tahun pacaran. Dia sangat sibuk mengurus ini dan itu, tapi jalannya selalu dimudahkan. Semua pintu terbuka untuknya. Bikin iri? Nay. Kalau kau melihat temanku ini, 'iri' tidak pernah jadi kata yang tepat. She's so fine. She's so generous. Dia pantas mendapatkan semua yang dia miliki. Aku turut mendoakan semoga pernikahannya tahun depan akan berjalan lancar.

Negara saya, baru saja melantik Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Anggota Legislatif dan Anggota Parlemennya yang baru. Begitu banyak drama, perjuangan dan air mata. Upacara pelantikan presidensial yang jadi olok-olok di youtube. Karangan bunga ucapan "selamat jadi menteri" yang datang ke rumah seorang calon menteri yang tidak lolos jadi menteri. Tapi hatiku bergetar merasai atmosfernya. Negara ini akan melangkah 5 tahun lagi dengan nahkoda-nahkoda baru. Selamat pak, bu, semoga selalu diberi kesehatan dan kejernihan pikiran untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.





They're all moves on. Isn't it wonderful?
World's spinning, and everybody's changing.

They're all moves on.




They're all moves on...

Monday, October 19, 2009

O Alquimista


Another buku pinjeman dari mas Nunow. Minjemnya udah lamaaaaaaaaaaaaa baru dibaca semalem. Judulnya THE ALCHEMIST, karya Paulo Coelho. Sempet keinget komik Full Metal Alchemist yang dulu sempet aku suka. Tapi ngga ada hubungannya sih, kecuali sedikit hal-hal yang berhubungan dengan alkimia-nya.

The Alchemist ini bukunya ngga tebel, ngebacanya cuma butuh before-bedtime plus disambi siaran 2 jam besokannya.
They called it "allegorical novel". Istilah itu ngga berlebihan rupanya. Moga-moga bukan akunya yang jadi berlebihan kalo aku bilang berkali-kali sampe nahan napas pas ngebaca paragraf-paragraf tertentu. I do. Pilihan katanya tidak too much, tidak berat, sangat normal bahkan. Tapi maknanya dalemmmmm banget. Terasa sedikit fantasi, tapi aku yakin bukan fantasi. Dia berbicara tentang alkimia, tapi tidak meng-antidote ketuhanan yang juga disinggung disini. Plotnya berjalan perlahan, tapi tidak lambat. Tidak terlalu deskriptif, tapi aku bisa melihat visualisasinya di kepalaku. Penuturannya begitu bijaksana, tapi tidak menggurui. Aku seperti tersindir oleh buku ini. Tersindir atas pola pikirku akan segala macam hal. Betapa aku telah membiarkan diriku menjadi seorang pengecut, sekaligus seorang pecundang. I really am. But I thanks God to draw me into this book, last night.

Coba ya aku kutip sedikit beberapa paragrafnya. Entah bakal ngasi kamu efek yang sama kaya' aku atau engga. Mungkin bakal terdengar seperti penggalan buku motivasi. Habis cuma sepenggal sih. Taste the whole plate, then you'll know what I mean. Cieh gaya :)

"Kalau kita bergaul dengan orang-orang yang sama setiap hari, pada akhirnya kita akan menjadi bagian hidup dari orang itu. Lalu kita ingin orang itu berubah. Kalau orang itu tidak seperti yang dikehendaki orang-orang lain, maka orang-orang lain ini menjadi marah. Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri."

"Satu-satunya kewajiban sejati manusia adalah mewujudkan takdirnya. Semuanya satu adanya. Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya."


"Tapi malapetaka itu telah mengajariku memahami sabda Allah: manusia tidak perlu takut meraih hal-hal yang tidak diketahui, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, ataupun tanah kita. Tapi rasa takut ini menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah hidup kita dan sejarah dunia ini ditulis tangan yang sama."


"Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati... bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia."


Ahhh. ARGGGGHHHHH.

*jengkel sendiri saking 'pas'-nya* :D

Plakkk!!

Haduh, kaya ditampar rasanya pagi-pagi begini.

Satu lagi kegagalan. Aduuh, perih. Sedih. Saya ini memang tidak cukup pintar dan tidak cukup baik ternyata. Tidak cukup beruntung juga pastinya. Atau bisa jadi doa saya juga tidak cukup...

Yang pasti, saya tidak fokus. Dalam hal ini. Dan dalam hal apapun. Salut buat yang bisa misahin kepala sama hati saat menghadapi hal-hal penting seperti ini. Harusnya saya juga bisa. Tapi saya memang belum bisa.

Haduh, kaya ditampar rasanya pagi-pagi begini.