Monday, November 21, 2011

humming : brokenhearted THE SCRIPT


Menjelang Guinness Arthur’s Day beberapa waktu yang lalu, tim ybs buka ‘lowongan’ : siapa yang cukup kenal sama lagu-lagunya sang guest star, The Script? Aku sebagai tenaga kerja hore langsung mengajukan diri. Album pertama aku khatam. Album kedua, bisalah drilling beberapa hari. They buy it, and I get the pass. Hohoho.

Sebenernya dibilang demen banget lagu-lagunya The Script, ngga juga. Cuma dulu pas di radio, single perdana mereka, We Cry, airplaynya lumayan tinggi. Iseng-iseng, coba dengerin 1 album self-titled rilisan tahun 2009 itu. Ternyata lumayan bikin betah. Poppish indeed, but the crisp guitar & drum, the wordplay, Danny’s fast ranting… Sound’s dynamic. Ngga bakal bikin cowo-cowo yang dengerin dijudge lenjeh-lenjeh banget (macam kalo mereka dengerin Justin Bieber gitu lah). Pas dengerin album kedua mereka, Science and Faith, ternyata ngga banyak kesulitan juga. Karena menurut kuping amatirku, ngga ada perbedaan yang begitu mencolok sama album pertamanya. Dari segi musikalisasi dan tema liriknya.

Nah, sebenernya soal lirik inilah yang bikin aku pengen posting. Kebetulan tugasku di event itu berhubungan dengan liriknya The Script. Jadilah selain dengerin lagunya, juga harus baca liriknya kata per kata. See, lagu-lagu The Script kebanyakan nyeritain soal gundahnya seorang cowo yang ditinggal sang kekasih. Like, almost 75% of each album telling so. The Script bertutur secara eksplisit, alurnya maju, seperti orang bercerita. Gamblang banget.

Biasanya, biasanya nih, kalo ada musisi cowo cerita soal patah hati dengan cara seperti itu, sambil menyanyi, di suduuut hati, ada suara kecil yang mencibir bilang : “Dude, seriously. Pfft.” Anehnya, kalo sama The Script ini, si suara kecil itu ngga nongol dong. Alih-alih malah akunya mikir : “Gilak, emang kalo cowo patah hati bisa segitunya ya?” Rasanya believable gitu. Coba itu The Man Who Can’t Be Moved, Breakeven, Talk You Down, Nothing, Long Gone and Move On, Deadman Walking, atau If You Comeback. The Script menceritakan patah hati dengan dramatis, come-n-go cheesy feeling, tapi karena pake bahasa sehari-hari, rasanya kaya sambil nodong : “This happen to you too, right?”

Now, after event, it’s safe to say, saya khatam 2 albumnya The Script :|


pic : doc. Guinness ID

0 comments:

Post a Comment