Monday, May 31, 2010

cottony CLOUD, buttony EYES

Pas long weekend kemaren sempet liat langit ngga? Langitnya cerahhh banget. Dengan awan mempur-mempur seperti kapas. Siang puanas, malamnya bulan bunder terang banget. Beberapa kali keluar rumah tapi mau foto langit/bulannya lupa-lupa melulu.

Oh ya sebelum lupa lagi, (meskipun telat) selamat Hari Raya Waisak bagi saudara-saudaraku umat Buddha yang merayakan. Semoga membawa damai, berkah dan kebahagiaan.

As for me, long weekend terasa sama saja. Jumat tetep siaran, Sabtu tetep ngantor, Minggu juga siaran. Oh tapi Sabtu pulang kantor sempet main ke Papillon, ding. Itu lho, studio komik yang hidup dan aktif di Semarang. Niatnya cuma nebus t-shirt Comic Stuff produksi mereka. Eh sampai disana disodorin artikel Kompas 1 halaman di section Jawa Tengah, seluruhnya tentang Papillon. That was great :D

pojok yang sama yang difoto sama Kompas

Barangkali masih ada yang mikir kalo komik itu kidz bizniz. Well, errr.. Kalau menurut kamu The Spirit dan 300 itu masterpiece.. Selamat, kamu baru saja mengakui bahwa komik adalah seni. Karena kedua film itu diadaptasi dari novel grafis, dimana baik Will Eisner ataupun Frank Miller, kreatornya yang juga komikus, said so.

Jangan liat pangsa pasarnya aja. Liat proses dibaliknya. Mungkin komikus cuma terlihat seperti seniman berpenampilan kucel dan engga dewasa. Tapi mereka hidup dalam industri kreatif. Industri dengan tolok ukur relatif sehingga persaingan dan valuenya lebih ketat. Apalagi industri komik Indonesia yang perkembangannya belum sesubur Jepang atau Amerika. Untuk bertahan dan berkarya itu butuh perjuangan yang luar biasa. Musti pinter ngeliat peluang. Coba main deh ke Papillon. Sebagian besar karya mereka juga dipublish di luar negeri. Ini adalah wujud kerjasama yang disebut submission. Sisanya, mesti ngepot sana-sini buat dapet kontrak penerbitan.

Komik, bagi anak-anak Papillon, memang menghasilkan. Tapi tidak membuat mereka jadi dangkal. I can assure you each of the member had a deep understanding of what they do. Terdengar lebay ya pake understanding segala? Hehe, sejarah komik memang panjang kok. Hieroglif dan arca di Candi Borobudur saja disebut gambar yang naratif, cikal bakal komik. Coba baca trilogi 'komik filsafat tentang komik' karya Scott McCloud : Reinventing, Understanding, and Making Comics. Aku belum nemu referensi lain yang lebih mudah dipahami dibanding ini. Ceritanya aku berbicara sebagai orang awam di dunia komik yang merasa terbantu dengan adanya buku-buku itu. Err, boleh juga dibilang orang awam groupiesnya Papillon :D


Trus aku jadi dapet 'oleh-oleh' file film buat dibawa pulang : CORALINE, stop motion 3D horror-fantasy film. Diadaptasi dari novelnya Neil Gaiman. Beuh. Fantasinya emang dapet banget, which i got thing on it. Aku suka. Tapi horrornya.. Beuh. Juga dapet banget. Ngga bikin takut yang gimana-gimana, it's just so eerie and freakish. Kebayang ngga sih, konsep dunia paralel, dimana semua tampak serba sempurna tapi sebenarnya hanya jebakan untuk mengganti bola matamu jadi kancing? How creepy is that?

Oh ya, Ini bukan film anak-anak yang terlalu happy ya mommies. Well, sebenernya bagus banget karena pesannya kena buat adik-adik. Pastiin aja mereka cukup berani :p and it's PG, so dampingi putra/putrinya, just in case they're get lost in some point. Meskipun plotnya sangat mudah dipahami buat kita yang udah gede, tapi karena kupikir filmnya cukup suram, humornya juga agak satire, dan premisnya dunia paralel, siapa tau adek-adeknya jadi agak bingung.

Film ini recommended deh. 3.5/5. Aku bahkan lebih suka Coraline daripada Corpse Bride. Mungkin karena messagenya Coraline lebih bold ya : be careful of what we wish for. Bahwa kita harus belajar berdamai dengan kenyataan, meskipun tidak serba sempurna. Because good or bad, they are real. Hoho, pesan yang ngga sepele buat sebuah film animasi stop motion. Oh how I love stop motion. Karakteristiknya unik. Sepertinya kesukaanku ini berawal dari Postman Pat. Masih inget ga sih? Lucu bulet bulet bertekstur clay. Lucu! Tapi ngga jadi lucu deh kalo bola matanya diganti kancing. Scawwy.

other-mother and other-father with button-eyes and sweet trap


Ngomong-ngomong soal kancing, ternyata diantara sekian banyak phobia yang 'unik' ada juga phobia sama kancing. Namanya koumpounophobia. Agak aneh, dan ngga masuk akal.. but really, it does exist. Aku juga tadinya engga percaya. Para penderita phobia ini pada jijik ngeliat (apalagi nyentuh) kancing, literally kancing, baik yang nempel di baju atau yang tergeletak gitu aja. Some of them lebih ngeri sama yang terbuat dari plastik daripada yang metal. Sama seperti phobia yang lain, terapi yang dianjurkan untuk penderita koumpounophobia adalah hipnoterapi. Dan jangan nonton Coraline :D

Sunday, May 30, 2010

just the SLOW ONE

12.18 am @ meeting room

i was in my bedroom when bang ade asked me to replace him for this slowrock radioshow at 1 am. He asked me just a moment before midnite. And somehow i just can't say no. Besides, i still can't sleep. Daripada kethap kethip ga jelas, mari manfaatkan troublesleeping ini untuk dui.. Eh salah.. Maksudnya untuk menghibur pendengarrrr.. :p

Tapi sunyi sepinya studio ini bikin jadi tenang. Rasanya jadi dapet kesempatan buat melek malam tapi duduk tegak (ngga glesoran di kamar kaya biasanya), berkonsentrasi, berhenti sejenak dan berpikir. soal ini. soal itu. semuanya. ada seorang teman yang pernah bilang aku itu orangnya semua-mua dipikirin secara berlebihan, sampai ke hal-hal yang ngga perlu. but for tonite, aku pikir semua yang membuatku kepikiran itu beralasan. semua beralasan.

walah kok malah ngalor ngidul. siaran ah.

okay. here we go. second attempt.
*ngucek2 mata, nguap*

Thursday, May 27, 2010

and the DAGGER is the TRIGGER

Heya, good morning :D What? Oh this smile? Hehe, susah buat ngga cengar-cengir, semalem udah nonton PRINCE OF PERSIA : THE SANDS OF TIME soalnya. Lebih cepet 2 hari dibanding rilis worldwidenya, how can I not cengar cengir like this?

All I can say : fun. Tadinya, karena film ini diadaptasi dari game, kupikir penggambarannya akan sangat dramatis. Ternyata engga juga, malah cenderung ringan dan Disney sekali. I mean bukan Disney versi Donal Bebek ya. Tapi terasa seperti trilogi Pirates of The Caribbean : ringan tapi berkarakter. Ya mungkin karena produsernya sama, si Jerry Bruckheimer itu. Action here and there, tokoh protagonis yang urakan, yang berantem mulu sama love interestnya, sidekick yang konyol dan mata duitan tapi setia, villain yang ternyata adalah orang yang dihormati, fatherhood, brotherhood, romance, mixed up with comedy. Semuanya begitu mudah buat dikunyah.

Mungkin karena formula yang ngga neko-neko inilah, jadinya POP:TSOT ngga jelek sama sekali. Dastan yang begitu jago dengan sifat urakan dan free-willnya, Tamina yang stubborn dan eksotis, serta Nizam yang tipikal villain, semuanya tampak sesuai dengan ekspektasi para pecinta gamenya (si pacarnya Wulan yang mainin gamenya bilang begitu). Ditambah lagi alurnya ngga bertele-tele dan cenderung cepet malah, ngebikin mood kita terjaga sepanjang film. And the stream keep raising to the climax.

Tapi eh tapi.. aku agak ngga sreg deh sama endingnya. Okay, the dagger could turn back the time, tapi kok eksekusi perubahan masa lalunya 'disitu' dan 'kaya begitu' ya? Well it's not bad and I can not even think about any alternate ending but.. rasanya tension yang udah dibangun sepanjang film jadi 'poof!'.. hilang gitu aja. Hehe, just my humble opinion, surely do. But it's worth to see, terutama jika kamu suka sama gamenya.

Anyway, girls, say hello to the bulky Mr. Jake Yil-En-Hoo-Le-Hay. No kidding. Konon itu adalah cara yang benar pronouncing ''Gyllenhaal'' instead of "Jilen-HoL". Hehe, noo, he's kidding. So, dengan rambutnya gondrong tanggung, kumis yang tumbuh berantakan, busana perang ala Persia yang sudah dimodif sedemikian rupa (biar keren :p), dan senyumnya yang miring-miring itu... Adududuh :D Gemma Artertonnya juga begitu flawless, dengan aksennya yang unik itu, cocoklah dia jadi putri sekaligus messenger para dewa.

For this movie, my favourite characters are the Hassanssin, pasukan rahasia slash pembunuh bayaran Persia, dengan pakaian serba hitam, good in martial art dan konon juga menggunakan ilmu hitam. Di 300, pasukan ini juga ada ketika Persia menyerang Sparta. Kalo ngga salah di 300 disebutnya Hassassin, sementara di Wikipedia disebutnya Hashshashin. Punya sejarah yang lumayan sangar juga nih pasukan. Di 300, Hassassin digambarkan lebih serem dan gelap dan sadish. Kalo yang di POP:TSOT, mistisnya sih masih sama, tapi emang sosoknya lebih 'friendly'. Tapi keren, terutama Hassanssin yang nguber-uber Dastan, with metal-tip-double-whip. Wuah.

The verdict.. errr, 3/5 deh. So if you believe me, go go see it :D


ps :
sambil nunggu filmnya main, sempet main shooting arcade game
Ghost Squad. Wow it's been a while, meskipun dulu cuma nontonin doang. Ternyata memang aditif ya game ini. Wow. Pantesan aja.

Monday, May 24, 2010

what's KUALAT in english?

err.. accursed? disobeying? what?

Ah sudahlah pokoknya kualat. Lagi. Untuk kesekian kalinya. Tiap kali aku bilang ''haduhh males ah dengerin lagunya band ini atau itu''.. Somehow aku malah ketemu sama mereka.

Itu lho, you know... Fenomena band-band lokal yang menjamur.. Based on my opinion, ada yang melayu, ada yang liriknya picisan, ada yang vokalisnya sok cassanova, gitu-gitulah. Nothing to do with their music lho ya. Kalo masalah kualitas mah relatif, and who am I judging? It's just.. musiknya ngga masuk aja ke kupingku.

Nah, tiap kali ada yang band begituan, anak-anak disini malah suka ngeledekin : "Wauuw, ini lho Dil, band kesukaanmuuuuh!" Sementara akunya : "Huah! Ogah! Apa-apaan?!" Pokoknya emoh-emoh ga jelas gitu deh. Nah kalo udah gitu, naga-naganya bakal kualat. Malah jadi ketemu sama band-band itu. Coba kuingat-ingat...

Mendadak backstage-interview band berbasis massa guede, yang vokalisnya bapak-bapak ganteng (kata fansnyaa..) dan suka ngegantungin kacamata kebalik di leher belakang.

Jadi MC dan harus presents (dan otomatis juga mesti ngomong yang baik-baik tentang) band yang dipuja sekaligus dibenci, yang vokalisnya berambut obrak-abrik wetlook ke muka semua.

Dan sore ini... Ngegantiin siaran kok ya kebetulan ada interview band yang nyanyinya pake cengkok meliuk-liuk mengeja "..hanya satu ce-i-en-te-aaa"... Disuruh ikut nyanyi pula sama vokalisnya.




*speechless mengenang momen itu. nutup muka pake tangan*




Apa aku mesti bilang "Males! Males sama Mew!" biar bisa ketemu Jonas, Silas, sama Bo?

Saturday, May 22, 2010

whoo whoo, HOLD UP

alhamdulillah ya Allah..


Really, as for the reckless-me, for particular occassion, menunggu beberapa saat sebelum mengeklik tombol 'share' atau 'publish post' itu ternyata sangat membantu.




alhamdulillah.
alhamdulillah.
alhamdulillah.

Thursday, May 20, 2010

ROBIN is in the HOOD

I went to EP at the previous day. Fourth visitation to cinema this month. Cheese, adanya xxi ini jadi ngebawa pengaruh baik buat bioskop2 lain yang selama ini filmnya jalan di tempat : Jadi ikutan cepet rotasinya :D Yaaa sebelum ada xxi, film sih banyak.. Tapi ngga bikin aku pengen nonton.

Perkara nonton film, buat aku emang harus naksir sama filmnya atau ngga usah sama sekali. On the other hand, ada orang yang lagi senggang trus bisa nonton film apa aja seadanya. Once I've seen group of teenagers kehabisan tiket film A. Trus daripada ngga jadi nonton akhirnya mereka randomly milih film B, yang mereka have no idea itu film apa. Aku kok ngga bisa gitu ya? Biasanya malah ngga jadi nonton aja. Bukan cuma di bioskop, via vcd/dvd juga sama. Kalo belom pengen, mau filmnya lagi happening kaya gimana juga, bisa mangkrak vcd/dvd nya berminggu-minggu.

Ok so it's ROBIN HOOD i've seen. Soalnya penasaran : why Russel Crowe? Ternyata sampai selesai nonton pertanyaannya masih tetep sama : why him? See, one thing bugging me the most is Russel Crowe as Robin Hood. Bukan karena aktingnya engga bagus ya.. It's just.. I can't see Robin Hood on screen. I see Russel Crowe!

Now, dari sisi filmnya sendiri, it's 140 mins long dan plotnya berjalan cukup lambat. Luar biasa. Tapi durasinya memang bukan tanpa alasan. Ada sesuatu yang pengen di breakdown disini. Kita ngga bakal nemu Robin yang tau-tau nyolong sana-sini kaya jaman Kevin Costner, karena basically ini adalah film 'Robin Hood Begins', asal mulanya kenapa seorang Robin Longstride bisa menjadi outlaw, tinggal di Sherwood bersama para Merry Men nya. Meskipun ada komedi disana sini, POV-nya memang agak-agak serius dimana Robin digambarkan sebagai seorang yang revolusioner, yang punya pemikirannya sendiri tentang perang salib dan politik di Inggris abad ke 12 kala itu.

Tapi keseluruhan mise en scene film ini sangat bagus. Terutama penggambaran kesewenang-wenangan King John dan perang-perang ala Anglo Saxon-nya. Jadi premisnya match sama kenapa Robin akhirnya berjuang di jalannya sendiri. Sayang, plotnya ngga nahan lamanya. Mungkin sebenernya bisa dibikin rapet lagi. Karena toh pun dengan durasi yang sedemikian panjang, tokohnya buanyak, dan character buildingnya ngga kegarap semuanya. Yang menonjol cuma beberapa aja. Termasuk Cate Blanchett yang begitu flawless as Lady Marion. Emang 'balungan' aristokrat banget ya ini orang. Paling bisa aja meranin yang beginian.

And my sotoy verdict is 2,5/5. Mengingat ini film prekuel, ada kemungkinan dibikin sekuelnya. Oh but please, do something with Robin Hood's character building. Basically film ini bagus, tapi rasa Robin Hoodnya tipis bener, even kalopun alasannya ini sebuah prekuel. Rasanya sama seperti menonton random medieval-setting movie. Too bad.

Ah, Mr. Ridley Scott, although you didn't change the winning team.. Saya masih lebih suka Gladiator nih.

Wednesday, May 19, 2010

mission POSSIBLE

Finding passion.
And rock it.


*after lunch random thought.

Monday, May 17, 2010

counting SHEEP

Yak, jam 2 kurang seprapat, dinihari.

Hari ini hujan. Seharian. Kecium bau tanah basah. Tadi sempet keluar, kehujanan. Semua orang bilang, hari ini hawanya enak buat tidur.

But guess what : my eyes are WIDE OPEN. Biar mantep, pake kapital, saking meleknya. Padahal tadi juga ngga tidur siang.

Dan jam 5 pagi nanti, which less than 4 hours from now, sudah harus siaran.

Ah, ini cuma postingan dengan tema yang sama, yang sudah aku tulis berkali-kali disini. Sampe helpless nulisnya. Selalu begini, selama hampir satu tahun. One. Frikkin. Year. Oh shoot.

*kalo tidur sekarang, kira2 ntar telat ga ya bangunnya?

Saturday, May 15, 2010

eyeing GYLLENHAAL

Never put Jake Gyllenhaal as my top preference hunk before.
But these two movies of his, oh I'd like to see.
Errr, it's the movies factor, not the hunk factor. Please don't get me wrong, Matt*..





*) Yes. I'm adressing Matt Damon. He get jealous easily when I adore another guy :p

Friday, May 14, 2010

SAMSAT (beneran) cepat

*Saking kagumnya, aku merasa harus menuliskan ini :p

Untuk pertama kalinya, mengurus sesuatu yang berhubungan dengan birokrasi, which enhanced by the so-called latest technology, dan.. semua berjalan sebagaimana mestinya.

It's Samsat Online. Yang di DP mall.

Mereka menjanjikan max. 20 menit untuk pembayaran pajak.
Dan aku dilayani selama 15 menit termasuk antrinya.

Mereka bilang buka jam 1 after break.
Dan mereka sudah conditioning 5 menit sebelumnya.

Mereka requiring berkas-berkas fotokopian.
Dan mereka punya unit fotokopi disana.

Mereka menggunakan sistem antrian.
Dan counter, mic, serta monitor statusnya berfungsi.

Plus : petugasnya ramah dan komunikatif.

Okay, you may say, those services which I mentioned earlier looks normal, it was supposed to be like that. But when it comes to govermental thingy, well, let's admit it, things rarely happens as it should. And today, bureaucracy felt really friendly.

Kudos to Samsat Online. Keep up the good work :D

up up and AWAY




The National Air and Space Museum
of the Smithsonian Institution, D.C.

Thursday, May 13, 2010

jumping into PUDDLES

FUN.
Three simple letters that could equal :

Some friends.
Some strangers becoming friends.
Dirt.
Hoppipolla.
Wet.
Sore muscles.
Miles walk.
Bruises.
Washing sandy hair with soap.
Laughter in a pouring rain.
Not-so-high-and-long flying fox.
Random karaoke in a humble joglo.
Simple food that feels very luxurious when hungry.


*) menghabiskan hari libur di midweek ini di Kampoeng Djowo Sekatul bersama pendengar dalam the so called "kopi darat slash outbound slash piknik"

Tuesday, May 11, 2010

SIZZLER

tiba-tiba kepala pusing.
perut bergolak.

tak tik tuk tak tik tuk.
puanjang lebar.
seperti kesetanan.

diam sebentar.
inhale. exhale.

oke.
ini tidak perlu.

*hit DEL. smile.

dance BABY dance

Last night, with a very serious face, my uncle said to me : "Tama (his son, 20 mos) always stood still whenever he got called by anyone!"

Then I sat straight and stated my concerns. Is that happened frequently? Does he like watch things recurrent over and over? Does he reluctant in socialize? Because it could be signs of autism.

(Ps: just a reminder. let's not use the word autism to make daily joke. Because mothers of autistic children through the not-so-easy-days in caring for their children)

Still with a stiff face, my uncle said again : "yes, Tama was just ignore his favourite milk, biscuits, toys, anybody, anything... whenever he's watching.. Pororo!" Then my other aunt said the same thing. Her son, 22 mos, is crazy about Pororo too.

PORORO the Little Penguin! I've just know this! Maybe because of its songs. Maybe because of its colourful images. One thing for sure, this Korean animation made babies went gaga! Like this one.



Hop on Youtube and find many more like him. Uuuuu so cute! :D

*video credit : micahcharlesroberts

Monday, May 10, 2010

and MY BIKE'S WAITING..

that I'm forgetful, there's no need further explanation.

Lupa kalo lagi ngerendem cucian dan akhirnya si cucian kerendem sampe besok. Lupa naruh kunci dan barang-barang kecil. Lupa ngerjain skrip yang materinya dikasih di luar jam kerja. Lupa sama omongan sendiri trus kalo diingetin malah mbantah. Lupa ngembaliin barang-barang pinjeman. Dan sekarang lupa : apa lagi ya lupanya aku? Ah pokoknya penyakit forgetful ini agak-agak irritating lah.

Tapi aku ngga pernah lupa ngambil motor dari bengkel.

Until this afternoon.

Tadi pagi habis siaran aku memang naruh motor di bengkel. Seperti biasa, karena bengkelnya deket kantor, pagi aku masukin, balik kantor, nanti istirahat siang diambil. Berhubung bengkel resmi lumayan pede lah kalo ninggal-ninggal.

Lalu seharian ngerjain ini itu. Begitu jam pulang kantor trus beberes meja, siap-siap pulang. Pas mau turun baru inget : yassalam, motor belum diambil dari bengkel! Mana udah jam setengah 5 pula. Akhirnya buru-buru minta dianterin mas Daniel ke bengkel dan tadaaa... Si motor tinggal sendirian dan bengkelnya udah clearing up mau tutup. Minta maap sama mas2 bengkel, bayar trus kabur deh.


*ngelus-elus batok lampu si motor*
Aduuh, maap.. Lama nunggunya ya? Apa?
Enggaaaa, engga lupa kok! :p



BULUNYA ditangkis

Sedang siaran nyambi nonton tim Thomas Indonesia lawan tim India, and this thought popped up :

seragam Tim Indonesia yang sleeveless a.k.a kutung itu warnanya putih, trus ada aksen blok warna merah, melintang dari leher kiri ke pangkal lengan kanan. Ketika dishoot dari jauh.. Kaya pake' baju one-shoulder, ya? :)

eh bukan melecehkan apalagi ngga ngedukung lho! Just a thought, just a thought ehehe

Indonesia! beg beg beg beg begg!
*mukul2 botol air mineral

Saturday, May 8, 2010

PIMP my GUN

Valencia mob led by gangster Oscar Nava Valencia from Mexico really know how to be dressy. They 'pimped-up' their firearms with silver, gold, diamonds, and Ferrari logo, which is.. I dont get it, what for? But everybody could become bold, beautiful and bling, if they want to. Yes, even gangster of drug cartel, since they made $25 billion a year by smuggling drugs into the country, of course they could buy themselves those gems.



Speaking of firearms, at the previous day i had this chat with a friend : having a weapon saved for emergencies. As for me, Beretta 92 FS (that will fit in my bag and even 'kondangan' purse)...


... and SIG SG 552 with scope and silencer under my bed...


... will be enough. Without bling bling, thank you :)

Friday, May 7, 2010

friday I'M IN LUCK

Tadi aku, Nunche dan Mba Oliph; ketemu narasumber di Paragon.
We're lucky, niatnya cuma ngobrol malah ditraktir pizza dan sejenis pastry yang enak banget.

Ngobrol ngalor ngidul, and the sun was down.
We're lucky, karena kita duduk di balkon with this view :


Mau pulang, diajakin Koko sama Wildan ngopi di deket kampus.
I'm lucky, karena udah lama rasanya ngga ngopi bareng-bareng.

Udah ngopi sama anak-anak, si Radith nelpon.
I'm lucky, karena dapet rebound kerjaan meskipun paket hemat.

Lalu akhirnya aku nyampe rumah. Ngantuk banget rasanya.
I'm lucky, karena kamarnya udah aku beresin kemarin.


Nothing too special, i know.
But there is no reason not to say thank God, isn't it?

Mr. FAVS

Orang ini namanya Jon Favreau. Dia aktor, screenwriter dan sutradara seri Iron Man, Daredevil etc etc. But he's not the only wellknown-Jon-Favreau alive. There's another one, also with remarkable work in writing.

Yes. Orang ini namanya juga Jon Favreau, dengan spell yang persis sama, dengan profesi yang juga berhubungan dengan tulis menulis, meskipun ranahnya jauh berbeda. This man is Barack Obama's Director of Speechwriter :D

Umurnya belum ada 30 taun, sehingga tercatat sebagai staff White House termuda kedua. Favs (nickname Jon Favreau) lulus kuliah dengan berbagai honorable mention. Sempet aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lalu bekerja untuk kampanye John Kerry taun 2004. Pada saat bekerja dengan Kerry inilah, Favs ketemu sama Obama yang waktu itu sedang melatih keynote speechnya di backstage Democratic National Convention. Favs yang waktu itu masih berumur 23 taun menyarankan Obama, sang calon Senator, buat merewrite speechnya.

Taun 2005 akhirnya Favs direkrut Senator Obama, dan ngikut sampai kampanye presidensial. Hasil kerja Favs ternyata memuaskan Obama. Even Obama referred Favs as his 'mind-reader'. Favs juga mastermind dibalik hook "Yes We Can"-nya kampanye Obama.

Hooo. Menulis speech untuk dibacakan seorang POTUS, where every single word is a real deal dan kemudian menggerakkan sekian banyak orang.. Gimana rasanya ya? :D


pics credit :
1st, 2nd pics from Wikipedia
3rd pic by Pete Souza, via The White House flickr photostream

Thursday, May 6, 2010

tritone ROSE

Rosette Nebula - Monoceros constellation
via European Space Agency's Herschel Space Observatory

(pic from nasa.gov)

seliweran di KEPALA

toleransi, toleransi, toleransi.
...

ini email2 kenapa baru datang kalo udah lewat jam kantor sih?
...

ah, i'm hungry.
...

kalo lagi keburu-buru, printer itu selalu jadi macet begini.
...

anxious? me too.
...

tarik napas. buang. senyum. trus bersyukur. nah gitu.
...

alhamdulillah, hari ini ngga perlu keluar malem.
...

Sri Mulyani Indrawati, BMKT di Cirebon, 2 janda pahlawan.
...

kakiku bengkak apa flatshoes plastik ini mengkerut?
...

currently listening : albumnya the zutons, sigur ros, 30" to mars
...

wah. si motor mesti diservis dan dibayar pajaknya.
...

pulang ah.

Tuesday, May 4, 2010

Mr. TONY STARK made my nite

Yesterday i had the so called mood turbulence. Penyebabnya macem-macem, dan yaaah, yang namanya puasa tuh emang ada aja cobaannya. Thank God i still got the guts to finish my job but after that I need to keep my head occupied. Lewat EP, somehow kepikiran : rrRRRahh! Nonton aja ah! :D

Pengen nonton Iron Man 2 yang konon penuh nuh nuh. Tapi dari pengalaman nonton sendirian, selalu ada 1 seat kosong nyempil disana-sini di sebuah show yang penuh. Biasa orang nonton berdua atau ramean sekalian, jadi pasti ada yang nyisa ditengah-tengah. And i really got the seat, the best one. On center top, straight to the screen with no other row in front of me. Hehe. Belum pernah nonton bioskop sendirian? Try it sometime, enak lho :D

Okay. IRON MAN 2. How i love Robert Downey Jr that brings the super cocky and narsistic Mr. Tony Stark came to life. Karakternya begitu bold, irreplaceable. So does Gwyneth Paltrow as Miss Pepper Potts yang hectic dan lagi-lagi mesti berlari-larian dengan heels dan pencil skirt. Hehe, ribet banget deh. Oh ya Scarlett Johansson lumayan lho doing some stunts as Black Widow. She looks fab with reddish brown hair and catsuit by the way. Samuel L. Jackson as Nick Fury mengingatkanku pas jaman dia jadi The Octopus di The Spirit.

Don Cheadle yang ngegantiin tempat Terrence Howard sebage Rhodey a.k.a War Machine (heheh jadi jagoan ber-armor juga nih orang) agak terasa so-so. Chemistry-nya lebih dapet ke Terrence Howard. Next ada Sam Rockwell yang cukup irritating as Justin Hammer, Jon Favreau sang sutradara yang ikutan meranin Happy, and i can even recognized Paul Bettany's voice as J.A.R.V.I.S.

Beuh tapi villainnya emang mantap kaliii. Mickey Rourke as Ivan Vanko a.k.a Whiplash. Pas pertama muncul di sirkuit balap dengan jumpsuit burned down in torsoic part by the weaponry attached to his body and sliced F1 car by his electric whips like a butter... Byuh byuh byuh. Sangar. Tapi kok agak antiklimaks ya nasibnya orang ini...

Dari segi cerita, tidak lebih buruk dari yang pertama, tapi tidak jauh lebih bagus juga. Levelnya sama, cuma memang lebih memanjakan mata dengan lebih banyak powerful suit, explosion dan future technology. Tapi issue fatherhoodnya memang lebih kental. Drama ketika Tony berpikir dia akan mati, dan sang ayah ternyata memberikan clue lewat record yang udah disiapin sejak jaman dulu *ups spoiler* It's warmhearted. Verdict: this movie is so entertaining in every aspect you desired (kalo emang doyan film beginian). More action, some comedy, decent storyline and a bit romance. It will raise that little boy inside you.

Oh ya, kan katanya habis credit title bakal ada extra scene. Aku nungguin tuh sampe gedungnya nyaris kosong melompong, eh tapi udah 'diusir secara halus' sama petugas yang mau clean up. Too bad. Ternyata menurut om Wiki, ini lho extra scenenya :

"In a post-credits scene, S.H.I.E.L.D. Agent Phil Coulson (Clark Gregg) is seen driving to a remote impact crater in the New Mexico desert. He then informs Fury over the phone that they've "found it" as the camera zooms to Thor's hammer."

Hmm. I foresee the next installment :D

Saturday, May 1, 2010

moist and MAGICAL

"Trunk - Ludwig Stolterman"
Hoh River, Olympic Peninsula