Saturday, December 31, 2011

three hours to 2012

Sedang duduk selonjoran di kantor Vint8, baru dateng dari Jakarta langsung dicuplik kesini. Tadinya sih mau ngobrol-ngobrol sekalian taun baruan, tapi lagi pada sibuk ngejar desain buat batch baru yang bakal dilaunching besok, yowis... Saya duduk manis saja. Ngeblog.

Speaking of ngeblog, ternyata December doodleku terbengkalai dengan sadis. Tapi aku bakal... Ah sudahlah. Ndak berani janji-janji. Sumpah aku ini payah bener deh. Tapi kan aku sibuk. AH ALASAN KAMU.

Etapi bener deh. Akhir-akhir ini ada beberapa hal yang lagi coba dikerjain selain kerjaan kantor. For the sake of new experience and new friends and.. learn new thing, as well. Ada Vint8, ada Travel In Seven juga ada beberapa teman baru yang menyenangkan . Sedang berusaha menjejalkan banyak hal ke dalam kepala. Agak protes si kepala, tapi biarkan sajalah. Biar ndak manja.

Eh besok taun baru lho. Setaun kemarin aku ngapain aja? Errr, ada di blog semua sih. Tapi kalo boleh direview, Alhamdulillah, target besarnya tercapai :') Kerjaan baru, kota baru, teman-teman baru : check, check, check. Oh pacar baru sih belum. Ah deim, berarti, targetnya belum tercapai semua. Hah, masih ada waktu 3 jam, sebelum 2011 berakhir! YAKALI :))

Buat tahun depan, uhm, apa ya. Maintain yang dari tahun kemarin dulu deh. Sama mau merbaikin hubungan sama Boss of The Universe. Sama mau nabung yang bener. Sama mau olahraga. Sama mau belajar nulis yang lebih bener juga. 

Selamat +/- 3 jam menjelang tahun baru!

Thursday, December 15, 2011

humming : CICADAS and GULLS


Feist - Cicadas And Gulls by Interscope Records

Currently listening to Metals, Feist's newest album, dengan si Cicadas and Gulls ini sebagai track favoritku. Mungkin karena cuacanya juga lagi sering hujan jadi in the mood sama yang ngeindie folk begini. Efeknya, lumayan meredakan badai yang menderu-deru di kepala kalo lagi ngerjain ini itu. Rainymood banget deh.

ps : audionya cuma preview, track aslinya 3:16. 

Monday, December 12, 2011

JB stands for JONAS BJERRE


No spesific reason why I put this picture of him here.

Maybe because it's rain outside.
Maybe because there's a cloud in my brain.
Maybe because of that little pout on his lips.
Maybe because he's singing in my playlist with his falsetto voice right now.

Maybe because I just miss something I don't even know what it is.

Sunday, December 11, 2011

quickie APOLOGY

Maafkan saya. 

Karena December doodlenya tersendat. Aku janji buat mengejar ketertinggalannya, segera. Mana tadi ada yang nanyain pula. Hiks. Senang. Because it's suppose to be fun, no?

Maafkan saya.

Karena saya kembali bermain-main dengan penjagaan pada benteng, fortress, stronghold, bulwark, citadel, atau apa pun namanya ini. Akan saya tambah 1 peleton lagi di sana, sekarang juga.

Maafkan saya.

Karena banyak bicara, tapi kurang rajin bekerja. Nah, ini pun aku malah sibuk berbicara. Harusnya kan saat ini aku sedang bekerja? Ah. Kalau begitu kita sudahi sajalah ini semua.

Sekali lagi, maafkan saya ya?

Wednesday, December 7, 2011

doodle #7 : HYBRID ANIMAL


This is, uhm, I'm not sure... A hybrid of... Sheep, lion, and bird. 
I'll call him... Shliord. 
Yea. That will do :D

Tuesday, December 6, 2011

doodle #6 : WHAT'S IN YOUR BAG?


Tsahh, ini doodlenya ala ala thread fashion dan kecantikan nih. Soal isi tas. Tapi biasanya sih kalo thread-thread itu isinya keren-keren, tasnya branded, make-upnya branded, bahkan sekedar agendanya pun LV :D 

Nah, yang sehari-hari aku bawa dalam tas sih kaya gambar di atas. Nih legendanya :

  1. Sling bag. Atau postman bag, atau apalah. Semacam faux leather warna ijo, hadiah dari Via. 
  2. Payung. Soalnya lagi musim ujan ya pemirsa. Dan aku kemana-mana jalan dan ngebis, jadi ini penting.
  3. Pouch. Warna merah, beli di toko asesoris cewe gitu. Isinya, the so-called grooming kit : parfum, body butter, petroleum jelly. Udah. Iya. Ngga ada sisir dan bedak.
  4. Headphone. Sennheiser usang sejak jaman dulu. Buat nemenin kerja, karena somehow kalo ngga mengisolasi diri dari bunyi-bunyian di luar pake playlist sesuai mood, aku ngga bisa fokus.
  5. Handphone. Bukan BB. Nokia, the one once they called the BB killer. Yang lately suka kill itself. Mati-mati sendiri gitu.
  6. Pouch (lagi). Warna coklat, gimmick dari Telkomvision. Isinya pensil, pulpen, penghapus, thumbdrive, kabel data, dan earphone. 
  7. Notes. Gimmick dari Acer. Gunanya buat nyatet-nyatet atau doodling apa aja.
  8. Kunci kosan. Pagar, pintu luar, pintu kamar.
  9. Dompet. Buluk bahan jeans, penuh sama nota dan koin. 
  10. Cigs and lighter.
Biasanya ya cuma bawa ini aja. Sama sampah-sampah kertas sih biasanya, yang randomly suka masuk. Sama netbook kalo diperlukan. Tapi jarang aja dibawa, soalnya di kantor pake desktop PC. Oh plus sweater atau jaket, conditionally.

.... Isi tas aku ngga menarik gini ya ternyata :))

Monday, December 5, 2011

doodle #5 : CHILDHOOD MEMORY


Rumahku dekat dengan salah satu anak sungai Kaligarang, Semarang. Mungkin hanya sekitar 50 meter jaraknya. Menjelang aliran sungai, dataran akan melandai 10 meter ke bawah membentuk semacam tebing yang ditahan dengan talud. Turuni 'tebing' itu maka kita akan mencapai secuil pelataran pasir dan batuan, trus langsung deh ketemu sungai. Sungainya sendiri ngga terlalu gede sih, mungkin 5-6 meter lebarnya, tapi orang dewasa yang menyeberang paling ngga akan basah sampai sebatas paha. Arusnya, uhm, dalam keadaan normal sih ngga deres. Tapi jika hujan dan si sungai induk (ada ngga sih istilah sungai induk?) meluap, jadilah sungai dekat rumah ikut bergejolak.

Me as a kid... Loves to play in that river. Mungkin pas aku periode kelas 3-4 SD. Eyang sudah berkali-kali melarang, tapi Dila kecil suka ndableg. Pulang sekolah, pamit main ke rumah teman, tapi diam-diam malah menuruni 'talud' menuju sungai. Baca komik sambil duduk-duduk di batu besar tengah sungai, ngumpulin batu-batu kali yang polanya aneh-aneh, sampai mencoba menyeberangi sungai (yang end-up kecebur beberapa kali, dan dimarahi habis-habisan sama eyang). Udah gitu aku lebih suka main ke sungai itu sendirian. I dunno what's on my mind at that time, tapi sepertinya sih... Semacam petualangan :D Padahal kalo aku sekarang ngeliat anak kecil main di sungai itu, bawaannya khawatir. Kotor lah, nanti kebawa arus lah, nanti ada uler kali lah, apa lah. Pokoknya ngeri gitu. Pantesan dulu eyangku segitu hebohnya. 

Aku pilih kebiasaanku main di sungai sebagai tema doodle hari ini karena ingatan ini lumayan nempel di kepala sampai sekarang. Soalnya rasanya waktu itu memang menyenangkan sekali. Merasakan gemericik air sungai,  menikmati embusan angin, menghindari sampah yang ikut aliran air... Wait, what?! 

Ah, mungkin si Dila kecil just wants to live her life to the absolute fullest. :)

Sunday, December 4, 2011

doodle #4 : REDESIGN BOOK COVER


Jadi ceritanya, aku lagi short trip ke Bandung, mau nonton Mogwai bersama teman-teman. Pas lagi ngaso di penginapan remang-remang (karena mendung), mba Tere ngingetin : ''Lo udah doodling belom hari ini?'' Aaa, aku diingetin :') Trus dikasih notes dan pulpen, karena (bodohnya) aku ngga bawa media apapun. Thanks cici :D 

Oke, so today I have to redesign a book cover. Aku bawa Ptolemy's Gate sih, tapi jiper euy bikin cover buku fantasi. Akhirnya pilih buku non fiksi yang dibawa mba Tere. Tuh, bahkan bukunya pun dipinjemin. Buku ini judulnya The Dip, karangan marketing guru Seth Godin. Isinya kurang lebih tentang ajakan untuk rethink : dalam sebuah situasi kuldesak, are you going to stick or quit? Pick your shots carefully, and success is upon you.

Desain yang aku bikin, ceritanya seseorang yang terjebak dalam sebuah 'dip', legokan, dan dia harus memutuskan : apakah akan memanjat keluar, berhenti di tengah-tengah atau bahkan berhenti sebelum masuk ke legokan. Baru baca sinopsisnya aja sih, tapi beberapa temen yang udah baca bilang bukunya bagus.

Karena dalam kluyuran mode, doodlenya seadanya, ngga pake retouch segala. Cuma ditambahin signature seadanya pake picture editor hp. Semoga cukup representatif.

PS : yg di belakang itu buku aslinya.

---
sent from my mobile device.

Saturday, December 3, 2011

doodle #3 : MOST RECENT DREAM


Aku pernah baca, katanya tidur sampai bermimpi adalah tidur yang berkualitas. Karena mimpi muncul pada fase REM; fase deep sleep setelah kita tertidur selama 60-90 menit.

NAH. Aku termasuk orang yang suangat juarang tidur sampai mimpi. Mimpi yang berjalan cerita gitu apalagi. Paling banter kalo mimpi, biasanya adalah mimpi tentang.. tekstur. Gimana ya depictionnya... Uhm, jadi rasanya   di seluruh jarak pandangku aku cuma melihat sebuah tekstur. Seperti sesuatu yang grainy dan berwarna gelap. Rasanya dekat sekali dengan mata. Trus kadang ada suaranya juga. Seperti... tau film Inception? Sumpah mati ini bukan mau sok nyama-nyamain. Tapi suaranya mirip seperti scorenya Hans Zimmer di awal film. Seperti suara cello yang rendah, resonant, semakin lama semakin kenceng. Hhhh, kalo udah ada begituannya, rasanya nightmare banget.

Gambar di atas itu aku berusaha menggambarkan mimpiku semalam. Euh, lumayan susah juga menggambarnya. Lagi-lagi mimpi tekstur. Seperti parit di medan perang. Berlekuk dan berpasir. Dan gelap. Seperti negeri utopia. Kali ini tanpa audio. Dan... uhm, cuma itu aja sih yang diingat.

Mungkin ada yang tau artinya? :D  

Friday, December 2, 2011

doodle #2 : IMAGINARY FRIEND


Imaginary friends and imaginary companions :
a psychological and social phenomenon where a friendship or other interpersonal relationship takes place in the imagination rather than external physical reality. Imaginary friends are fictional characters created for improvisational role-playing. They often have elaborate personalities and behaviors. They may seem real to their creators, though they are ultimately unreal, as shown by studies. -- Wikipedia.

Sepertinya sih aku ngga pernah punya teman imajinasi dimana aku berinteraksi secara verbal, yang kemudian nampak oleh orang lain aku lagi ngomong sendiri. Nope. Never. 

Tapi ketika aku inget-inget lagi, sepertinya waktu kecil aku pernah punya sebuah gambaran di kepalaku, yang kemudian jadi role playing di dalam sana saja. Misalnya ketika aku main lari-larian, dia bakal lari bersamaku. Ketika aku main petak umpet, dia bersembunyi bersamaku, melindungiku. Aku tahu pasti dia tidak nyata, tapi bayangannya selalu ada di kepala saat aku sedang 'berpetualang' : laki-laki, pake kevlar, goggle, combat boot, jago dengan segala macam weaponry dan martial art. Dia tidak bernama, kasar tapi baik hati. Hubungannya kami bukan hubungan romantis (iyalah, waktu itu kan gw masih kecil!), tapi kami partner. Dan semenjak aku berhenti main lari-larian di kampung, aku lupa ada dia. Sampai hari ini :D

So is that count as imaginary friend?   

Thursday, December 1, 2011

doodle #1 : SELF PORTRAIT


Gambar pertama buat December doodle : self portrait. Baru sadar, iya yah, ngga pernah kepikiran buat ngegambar muka sendiri.

Dan ya, mukaku memang maskulin. Tiap kali ada yg bilang, "Eh kamu tuh mirip si Anu lho!" Bisa dipastikan yang bersangkutan adalah seorang pria. Kalau dandan tipe heavy make up, dan yang ngedandanin gak pinter, et voila... Saya jadi semacam drag queen :|

So, uhm, beginilah mukaku. More or less, with messy hair and panda eyes.



december DOODLE

Bertahun-tahun yang lalu, mungkin sekitar kelas 2 SD, aku mendapatkan komik pertamaku. Manga terbitan Elex Media tentu saja, yang saat itu sangat berjaya melampaui genre lainnya, dengan harga sekitar 3000 rupiah. Judul komik pertama itu adalah Min-Min. Tentang boneka penyihir yang pindah dimensi ke dunia manusia. Sebagaimana anak kecil yang mudah terpukau, waktu itu aku langsung memutuskan : aku mau jadi komikus. Trus mulai urek-urek di kertas. Suka nyimpenin duit jajan, trus diem-diem beli buku tulis buat nggambar. Soalnya kalo ketahuan, langsung dimarahin eyang : "Buku bagus-bagus kok dicorat-coret!" kata beliau.

Semakin gede, minat corat-coretnya ngga surut. Mulai jatuh cinta sama shonen-manga, komik Amerika dan Eropa, bikin eksibisi komik tingkat sekolahan di SMA, sempet gabung sama studio komik dan jadi ilustrator koran kampus. Ketika tes pekerjaan; setelah semua psikotes, analogi, kraeplin dan lain-lain itu; sesi menggambar orang dan pohon di akhir selalu jadi favorit. Seperti refreshing rasanya. Padahal konon kan itu butuh spontanitas sebagai penggambaran diri sendiri gitu ya? Tapi aku gambarnya suka-suka tuh. Pernah sekali menggambarkan sosok cowok dekil habis main futsal. Hasilnya? Ya jelas ngga keterima lah :))        

Pada dasarnya acara corat-coret ini ngga pernah jadi keahlian yang menonjol banget. Mediocre, pas-pasan saja, tapi aku menikmati melakukannya. Nah, makanya kemarin ketika lagi nyari-nyari ide buat 30 days challenge di blog, aku tertarik sama yang ini :


Rencananya, medianya bakal bebas aja. Mungkin pensil, mungkin spidol. mungkin vektor. Mungkin discan, mungkin difoto. Mungkin diwarna, mungkin BW. Mungkin akan dikasih excerpt, mungkin engga. Just wanna have some fun and challenge myself : bisa ngga komit melakukannya selama 30 hari, bahkan untuk sesuatu yang Dila kecil langsung tau dia suka.

Jadi demikianlah, saya mulai ya :D