Friday, April 30, 2010

UNBREAKABLE. Suppose.

I thought, this moment could put us altogether. I'm wrong. They prefer to stand that madness. Madness that happened for decades.

Maybe for them I know nothing. I'm too young to understand.

But one thing I know for sure...
... word 'young' doesn't equal indifference.

FRIDAY on FRAY

Quickies :
  1. Wulan's mom just passed away. I saw her commuting Semarang-Salatiga, everyday, for the whole 3 months. Never complained even though her eyes said she was exhausted. And when her mother passed away, she remains strong. Dear Wulan, mommy must be proud of you :')

  2. Kemarin mas Yogie-nya Via juga sempet hospitalized karena DB. Siklusnya sempet turun drastis dan kritis nyaris shock. Untung mas Yogienya kuat, penanganannya ngga telat dan pastinya berkat doa yang tidak putus dari keluarga dan kerabat. Semoga cepat pulih kembali, biar Vianya bisa siaran lagi :)

  3. Ganti template untuk pertama kalinya, setelah pake yang standar dari blogspot. No specific reason, just feels like wanted to change it.

  4. Luar biasa saudara-saudara. Gaji bulan ini numpang lewat saja! Bukan buat main-main (i wish!) tapi buat obligation ini itu. Ngga ngeluh sih, justru sangat lega :D

  5. Sedang berpikir untuk pindah tempat senam. Lagi mikir efisiensinya, secara yang ini deket dari kantor tapi jauh dari rumah, kebalikan dari yang lama. Tapiii.. Sehari-hari aja ke kantor bawaannya banyak, gimana kalo ditambahin tetek bengek olahraga? Oh well. Coba kupikir-pikir dulu.

  6. Menyingsingkan lengan baju membereskan hal-hal yang tidak beres. Beberapa diantaranya masih hal yang sama. Kerjaan, kamar, ini, itu, anu.

  7. Yassalam. Udah ada Iron Man 2 aja gitu di bioskop. Hmm, ngawe awe.

Oke. Segini dulu ah. Smell you guys later!


Sunday, April 25, 2010

ah ah serba salah

Alkisah, sekalinya ada waktu luang siang hari pas badan capek, diagendakanlah (hayah) acara tidur siang..

Tapi lagi-lagi, begitu bangun, bukannya jadi seger, badan malah jadi ngga fit. Dibawa mandi, dibawa makan, dibawa pergi, tetep rasanya 'aras-arasen'. Sampe waktunya tidur malem nih sekarang, bawaannya ngga fresh aja. Mending kalo bisa dibawa tidur lagi. Si tidur siang juga malah bikin troublesleeping semakin menjadi-jadi..

Gimana sih? Bukannya tidur siang itu harusnya enak? *bingung*

Friday, April 23, 2010

unplanned cinema-hopping : from Olympus to Underland

.
Really-really unplanned deh. Soalnya kebayang, kemaren pas si mall baru di jalan Pemuda ini mulai dibuka untuk umum, meskipun belum grand opening, pasti bakal rame buanget. Jadinya biarpun udah pengen nonton film, mikirnya, ah ntar aja lah. Males kalo mesti dragged into the new-mall euphoria.

Eh tapi kok paginya, si mas Daniel dapet undangan media release sama reportase di mall situ, dan ternyata keadaannya memungkinkan buat nitip tiket. Hore, ngga usah ngantri! Barengan sama Nuno + Tatat yang mau simultan nonton Clash of The Titans sama Alice in Wonderland, aku sama Radith niatnya nonton COTT saja (singkatannya asik ya. Cott! hihi)

Malemnya datanglah aku ke si mall baru. Byuh byuh byuh, ramenya alaihim. Ngga pake tolah toleh, langsung njujug ke lantai 3. Udah telat sih, soalnya buka puasa sama maghriban dulu plus nyari parkiran susah banget. Lagipula mau liat-liat juga ngeliat apa. Orang melulu isinya, kaya' cendol.

Okay. First stop : Clash Of The Titans. Di post yang ini aku sempet cerita kalo pengennn banget nonton dalam rangka pursuing cita rasa Greek mythologynya. Berharap kurang lebih eksotikanya sama seperti 300 atau Troy deh. Ternyata sodara-sodara.. kok berasa Amerika sekali ya. Even the Perseus himself. Abilitynya dia sebagai demi-god kurang di-emphasize. Olympiannya juga ngga berasa Yunani. Imagine, Zeusnya pake overly-glowing body-protector instead of toga. Menurutku malah jadi bentuk modernisasi yang tidak berhasil.. Ah kuciwa diriku.

Akting pemainnya juga tidak begitu memorable. Seems like, kalopun Sam Worthington diganti sama Christian Bale juga ngga bakal berpengaruh pada nyawa keseluruhan film. Plotnya juga ngga terlalu membantu buat membangun karakter2nya.. Hmm, mungkin karena film ini based on mythology jadi dipikirnya ngga perlu terlalu indepth gitu kali ya. Dipikirnya semua orang udah paham. Ah tapi kan jadi kurang meganggg. But anyway CGI-nya memang mantap. My favourite scene(s) adalah adegan di Medusa's lair sama pas Krakennya muncul. Oh oh, and everytime when Hades summoned! Ah, akhir kata, for this movie, my sotoy verdict is : it's such an eye candy. Like the first Transformers. And that's it.

Kelar sama COTT, niatnya udah mau pulang tuh. Eh dapet kabar kalo di luar hujan... Akhirnya tergoda buat lanjut nonton Alice in Wonderland. Kebetulan seatnya masih banyak banget. Ya sudahlah dihajar saja sekalian.

Yak. Burton-Depp-Bonham Carter. Dari awal kuduga, it's gonna be one helluva odd-movie even temanya warna-warni. With all the checkered floor, swirl, stripes, and everything in between. Dan ternyata benar. Meskipun ada beberapa komedi disana-sini, basically film ini film suram. Tidak terlalu Alice klasik, soalnya dipelintir sedikit jadi kunjungan kedua Alice ke Underland (yes, the 'Wonderland' adalah misspell-nya Alice kecil pas pertama keblusuk kesitu). Dan disitu Alice abege struggling with herself to find her courage, establishment and guts, untuk menjawab ramalan sebagai penyelamat Underworld versus Red Queen yang jahat, dan untuk hidupnya sendiri di dunia nyata.

Tuh kan, dari ceritanya aja udah jelas bukan cerita anak-anak. Tapi masih adaaa aja mami papi yang ngajak anak-anak nonton. Mana itu show jam 9 malem lagi, apa kabar jam tidur dan si anak jadi kebosenan? Udah gitu di seat sebelah ada sepasang cewe-cowo yang disturbingly membahas hal-hal kecil film ini seperti : "ih, kok mukanya pucet ya?", "sepatunya ngga matching deh!", "wow, kucingnya ajaib!" Dear darlings.. ini film fantasi, jadi ngga usah semua oddity-nya dibahas begitulahhhh.. *ngelap jidat*

Omong-omong soal film fantasi, i'm a little lost here. I didn't sense enough magical touch. Bahkan menurutku The Imaginarium of Doctor Parnassus masih lebih baik. Johnny Depp di TIODP juga lebih berkarakter. Di AIW ini, mas Johnny seperti hanya play dress-up. Sesuatu yang biasa dia lakukan, tapi tidak cukup nailed like his other characters. Dan Mia Wasikowska... Aktingnya tidak cukup adequate. Huks, too bad! Jadi kebayang, gimana jadinya kalo Dakota Fanning atau Saoirse Ronan yang jadi Alice. Mungkin akan lebih baik? I dunno. Yang pasti, dari kacamataku, di film ini mas Johnny Depp mesti geser sedikit, kasih jalan buat Helena Bonham-Carter untuk berdiri di bawah spotlight. She's great with her stand as Red Queen yang super-irritating! And I heart Alan Rickman's voice. Meskipun wujudnya ulat biru, tapi suara masih tetep bikin merinding. So Snape! Now, to wrap it up, for me, this verdict is : overrated.

Yak, demikianlah wisata cuci mata tanpa rencana tadi malam. Meskipun 2-2nya ngga memenuhi ekspektasi, tapi oh how i love watching (recent, particular) movies on big screen. Moga-moga rotasi film di XXI ini lancar jaya. Hoho.


*menunggu Prince Of Persia, God of War, sama Iron Man 2.

.

Wednesday, April 21, 2010

a woman's worth

.
dear ladies,

SELAMAT HARI KARTINI :)



every woman is valuable,
for every wound, sweat, tears, laughter and dreams they have had.



ps :
Hari ini di radio pake jadwal khusus, yang siaran cewe semua. Yang setengah-cewe doesn't counts. Hihi, just kidding. Saya? Tadi siang siaran dangdut, nanti jam 7 siaran rock. How random. Nyari nutrisari yuk. Ngantuk nih..
.

under the tree, there's a bench

.

Tuesday, April 20, 2010

Para-parap-pap!

.
Siap-siap pulang, ada email masuk dari marketing. Isinya materi adlib Paragon City Semarang. Mall baru kota Semarang yang selama ini mall-nya cuma bisa dihitung pake sebelah tangan. Paragonnya sendiri lumayan gede di Jalan Pemuda situ. Konon bakal opening tanggal twenty-something April ini. Dua puluh dua kalo ngga salah...

Sebenarnya engga begitu euforia sekali dengan keberadaan mallnya, karena toh aku bukan mall hopper, yang pergi ke mall for the sake of see and to be seen. Meskipun gosipnya bakal ada hotel bintang 5, Starbucks, Sour Sally, Hokben, etc etc... The thing that matter is...

... Bakal ada XXI-nya! Paragon XXI Semarang!

Oh Tuhan terima kasih kau jawab doa kami warga Semarang yang selama ini harus menunggu berbulan-bulan untuk menonton film boxoffice, atau harus ngabur ke Jogja, atau terpaksa (yang akhirnya menjadi kebiasaan, ehehe) membeli DVD bajakan jikalau udah empet banget...

Yay!
>

cool boy on the streetside

.
This is just a little thing, but quite exciting :)

So there's this radioshow, from other radio, held by two hilarious male announcers, which i fancy a lot. Kalo dengerin acara ini, aku ngga ngerasa sebagai fellow announcer. I'm just a listener, and only listener. Pun, aku emang dengerin acara ini sejak sebelum jadi penyiar. Dan setelah jadi penyiar juga rasanya tetep sama.

Tadi pagi, aku dengerin lagi acara itu setelah sekian lama engga. Soalnya selalu bangun kesiangan atau justru kepagian. Ketawa-ketawa sepanjang jalan sambil naik motor, then this thing came up :

Aku berhenti di trafficlight. Si radioshow lagi sesi lagu. Lagunya Bondan feat. Fade2Black kalo ga salah. Lalu di seberang jalan aku melihat seorang remaja pria (tsahh bahasanya), dengan seragam SMA, dan hoodie jacket. Dia jalan di sidewalk, pakai earphone, hoodienya ditutupin ke kepala dan menggumamkan lagu yang sama seperti yang sedang kudengarkan! Kita ngedengerin radioshow yang sama. Tadinya ngga yakin, tapi dia mouthing exactly the same song.

Remeh ya? Tapi aku excited lho. Soalnya biasa di jalan dengerin MP3, kecil kemungkinan ketemu orang dengerin lagu yang sama dengan timing yang sama juga kan? Udah gitu si anak SMA ini sangat effortless dan enak diliat. Ngga keliatan kaya' yang gaya-gayaan gitu. Like no other, like nothing else matter. Just walking and singing, below sunshine in the morning. Dan terasa seperti adegan film dan soundtracknya, soalnya yang dia gumamkan dari seberang jalan sana, aku dengerin juga di kupingku.

Begitulah. Cuma gitu doang sih. Sayang ngga sempet difoto.



ps : preambule-nya nyambung ngga sih? Kayanya ngga begitu ya? :p
.

Monday, April 19, 2010

muffle the noise, please..

.
Sekarang sepenuhnya mengerti, kenapa ada kos khusus karyawan yang tidak mau menerima mahasiswa. Karena meskipun dalam beberapa hal bedanya tidak terlalu signifikan, tapi siklus hidupnya memang tidak sama..


(on behalf of having terrible fever, pulang kerja lemes, pengen istirahat, tapi cewe-cewe kamar sebelah ini ributnya bukan main. Semakin malam semakin 'razzle dazzle'. Mau gimana lagi, semester 1, kuliah 3 jam/hari, habis itu njujug pulang kos. Trus rewo-rewo deh. Kalo dalam ilmu olah vokal, cara mereka ngomong bukan 'power'nya yang naik, tapi 'volume'nya.. Dan materi katanya.. Aduh.. Yah, bukan salah mereka sih, sayanya aja yang minoritas disini.. Cuma bisa megangi kepala yang nyut-nyutan, nyumpel kuping pake earphone, dan mbatin ''STFU!!'')

Sunday, April 18, 2010

Semarang memilih

.
Hari ini Pilwakot. Sebagai warga Semarang yang tidak terlalu idealis tapi juga tidak skeptis, maka..

... Saya nyoblos! TPS dan petugasnya tematik : batik, beskap dan kebaya :D While saya datang habis siaran pake kaos gombrong dan short jeans sobek sobek. So contradictive, huhuhu.

.
.

Saturday, April 17, 2010

In bed. In the dark.

I hate waking up in the morning, crying.

Katanya otak manusia bisa membentuk mekanisme sedemikian rupa sehingga dia menolak hal-hal buruk untuk diingat. Kenyataannya kok ngga semudah itu ya? Dalam beberapa hal aku harus berusaha keras untuk keep sane, membuang hal-hal menyedihkan dari ingatan.

But then it suddenly came into my dream. I can even felt the shiver, heard every single sound it made, every word spoken. So real, beyond my thought. Eventually, i woke up crying.


Oh good God, it still felt this hurt.

Thursday, April 15, 2010

siang-siang nyari masalah...

.
Iya banget : Nyari masalah! Gara-gara terbujuk rayu SMS notifikasi dari Nokiyem Keyr Senter, akhirnya aku sok-sokan dateng buat update firmware. Logikanya kalo pake software yang update, bug-bug yang mengganggu di hape bisa direduksi. Meskipun konsekuensinya : data bakal ilang, hape bakal reset lagi kaya factory setting. Tapi kupikir, ah datanya bisa di backup pake si content copier itu. Amanlah, aman.

Aman sih aman.. Tapi aku lupa : hape reset artinya aku musti 'metani' si hape lagi dari awal. Set up aplikasi ini itu, ngatur setting ini itu. Sepele sih, tapi barusan kemaren aku cerita, si hape udah jadi workplace yang enak, eeehhh sekarang mesti klutikan lagi. Sama kaya pas ngadepin si netbook (atau pas baru beli hape ini) yang masih kosong melompong dulu. Rasanya ngga homey, kaya baru pindah rumah, tapi masih suwung rumahnya.

Ribet ya aku? Padahal cuma gini aja. Hehe, pengaruh udara panas nih, ketambahan kerjaan dikit aja jadi resah tak beralasan :) Kita liat aja, beneran jadi kenceng ga jalannya nih hape.


*sambil deg2an liat indicator bar restoring data dari laptop balik ke HP : kok ga maju-majuuu?*
.

Tuesday, April 13, 2010

at last : a haircut.

.
Hampir separuh hidupku aku berambut bondol. It started when I'm in junior high. Kuping kebuka, poni pendek, bagian ubun-ubun jabrik. Panjang kuncrit bagian belakang pol seleher. Enaknya, praktis, ngga usah sisiran dan nata-nata rambut. Ngga enaknya, hampir 2 bulan sekali mesti cutting. Soalnya sekali rambutnya bondol, kalo panjang dikit, modelnya jadi ngga karuan. Kebetulan si rambut ini karakteristiknya sungguh tidak halus dan bersahabat. Jadi instead of si rambut memanjang alami dengan indah, dia malah mencuat kesana-sini secara agresif. Bondol tapi tanggung! Kalo kata bang Ade, tampangku yang lagi bondol tanggung tuh kaya Ian Antono. Piye jal kuwi? Akhirnya potong lagi, potong lagi, jadinya bondooool terus selama bertaun-taun.

Menjelang wisuda, 2 taun yang lalu, ada sedikit effort buat manjangin. Biar sanggulnya (walau cuma seucrit chignon) bisa nyangkut di kepala. Walau gerah, dikuncar-kuncir dan tampang jadi wagu, aku tahan-tahanin dah. Habis wisuda, ternyata malah jadi males potong bondol lagi. Soalnya ngga kebayang mesti melalui masa-masa rambut tanggung lagi dan cutting 2 bulan sekali. Plus, have no idea mau dipotong kaya gimana. Akhirnya ended up dengan dikuncir, motong-motong poninya yang nyolok mata sama ngetrim buntut belakangnya. Kadang ke salon kadang motong sendiri. Huhu.

Yesterday, mbuh kesambet apa, tiba-tiba ngerasa fed up banget sama kunciran dan rambut sebahu yang rapi segan acak tak mau ini. Sumuk! Akhirnya... Aku memotongnya. Karena pendeknya ngga seekstrim yang dulu, so I guess it will be okay. Err. Maybe.

BEFORE. Dua taun sumuk manjangin, wujudnya jadi aneh.

AFTER. Setelah dipotongpun tetep mencuat-cuat.
.

Sunday, April 11, 2010

in order of ngemeng ngemeng

.
Hai, jumpa lagi bersama saya! Kali ini dalam edisi jempol blogging. Lha gimana sih, pengen ngeblog tapi males dhasaran laptop dan modem tetek bengek itu..

*oke jempols, do yer thing*

Baru pulang siaran nih. Rasanya kok siaran mulu ya akhir-akhir ini? Iyalah, soalnya si kantor kembali memberangkatkan sejumlah penyiar ke negeri singa. Kloter kedua ceritanya. Dan alhasil terjadilah pertukaran siaran besar-besaran. Aku sebenernya kecipratan cuma se-crit aja, tapi kebetulan ngumpul di weekend ini semua, jadi rasanya bolak-balik siaran muluw dari rabu malem, malem minggu, minggu pagi sama minggu malem ini. After this, in less than 6 hours harus balik studio lagi buat siaran pagi. Dan lanjut berscriptwriting ria sampai sore. Beuh mantap kali.

Eh tapi aku seneng siaran tadi. Ituh, siaran rock request. Engga sok ngerock sih ah, even kalo ada pendengar yang manggil 'lady rocker' atau apalah gitu malah suka geli, hieee. I am not and do not want to be like the previous 'lady rocker' :p Cuma penikmat musik yang excited aja. Soalnya kan cuma ngegantiin, jadi begitu dapet kesempatan, rasanya jadi lebih menikmati. Kan yang dikit itu emang lebih enak rasanya, kaya ganti suasana gitu. Ngerasain ambience kokpit minggu malam yang sepi, audio set yang more than adequate dan lagunya yang sooo relieving.

Lebih dari itu semua, aku seneng soalnya kok rasanya banyak, lebih banyak dari biasanya, yang tergerak karena siaran malam ini. Bukan faktor akunya, tapi konten siarannya. Mereka yang bilang lagi capek, trus semangat lagi karena lagunya. Mereka yang nunggu lagu ttt ga pernah diputerin akhirnya keputer juga. Mereka yang enjoy karena edisi malem ini lagunya engga poppish. Mereka yang bilang ngga perlu request karena playlistnya udah cocok. I don't know, feedback malam ini berasa positif gitu. Aku jadi ikut seneng, meskipun, ya, berhubung cuma ngegantiin ya banyak kekurangannya, teteup. Tapi ikut seneng aja.

Plus agak dejavu sedikit. So right, still the same issue, ehehe. Jadi seperti 2 sisi mata uang (tsahhh..) : seneng tapi sedikit gamang... Ya gimana dong, ibarat kata, he's quite identical with this show, this ambience. Well at least for me, saw him doing this thing for years. So hard to ignore the atmosphere. And now i'm sitting here, in the same place, doing the same stuff.

Oh well. Nevermind. Aaand, where were we? Oh ya, malam ini aku bisa menjejalkan 21 lagu selama 2 jam. Biasanya mentok-mentok cuma 19 soalnya sms banyakkk. Trus nemu juga beberapa lagu yang ngga baru-baru amat dan sadar kalo ternyata sangat enakkk.

Eh ngomongin sms siaran tiba-tiba jadi keingetan. Ini pendapat pribadi lho, tapi dari ngobrol-ngobrol, mostly temen penyiar disini juga setuju. Jadi ya, aku tuh kadang ngerasa ngga nyaman sama pendengar yang request, tapi maksa! Sms isinya sama sampe buanyak, kata-katanya mengintimidasi, etc etc. Apalagi kalo yang maksa karena berasa udah kenal sama penyiarnya, trus ngerasa punya priviledge. Hadeuh! That isn't how it works. Pertimbangannya banyak, mulai dari beat lagu, pengenalan lagu baru/yang jarang diputer, sampe rahasia dapur (hayah) lainnya yang tidak mungkin disebutkan disini :p Ngga perlu muji-muji penyiarnya jugaaa. Pokoknya santai dan tulis yang jujur-jujur aja di sms request itu. Kita yang ada disini selalu tertarik kok sama current mood pendengar. Kalo lebay.. ya tetep dibacakan dengan smiling voice sih, tapi biasanya kening jadi berkerut-kerut. Hihi.

Yasud ah. Sudah pewe di kasur, semoga bisa tidur cepet.

*merem-meremin mata*
.

Wednesday, April 7, 2010

Nine in One

.
Current mood(s) :
  1. Bete. Hari ini telat 1 menit doang! Pas motor diparkir, pas bel absennya bunyi. Huh.
  2. Ngantuk. Oyeabeibeh. Still got that goddamn troublesleeping. Not getting any better. Pffh.
  3. Lega. Karena helmku yang ngga terlalu sophisticated ala helm balap ini ternyata sudah ada emboss (semoga) asli SNI di bagian belakangnya. Jadi ngga perlu khawatir kalo ada penertiban sehubungan sama hal ini.
  4. Kaget. Siang-siang ujan. Hmm kata BMKG 6-8 April ini cuacanya emang bakal ekstrim. Hati hati ya folks.
  5. Lapar. Padahal barusan makan siang.
  6. Geli. Baca www.myparentsjoinedfacebook.com dan ngikiks.
  7. Mikir. Ntar malem ngegantiin siaran, enaknya pulang dulu apa engga ya?
  8. Senang. Karena berhasil mentroubleshoot beberapa ganjelan di hp yang selama ini lumayan bugging.
  9. Pegel. Sepertinya butuh asupan vitamin B. Apa cuma karena kurang olahraga?
Yak, sampai jam sekian menit sekian, demikianlah suasana hati saya. Baik. Kembali pada rekan Tommy Cokro di studio (lho?)
.

Tuesday, April 6, 2010

Greek in the Wink

.
I've always been interested in Greek mythology. Ngga lantas mempelajarinya secara mendalam, cuma selalu suka sama nama-namanya yang keren (hahaha, shallow, i know). Tapi ngga cuma itu sih. Konsep dewa-dewi yang berkuasa atas aspek-aspek yang spesifik terasa begitu eksotis. Like, Ares is god of war, Hades is king of underworld, Apollo is god of music and associated to the sun, Eos is goddess of the dawn, and many more. All the Olympians, the Protogenoi, the Titans, the Giants...

Oits, bukan berarti aku meyakini keberadaan dewa-dewi lho, cuma tertarik sahaja. Apalagi ketika mitologi itu terkonjungsi dalam sebuah budaya populer. Seperti di film MI:2 dimana ceritanya ada sebuah virus berbahaya bernama Chimaera, yang dalam metodologi Yunani adalah nama monster berkepala singa, berbadan kambing, dan berekor ular. Sementara antidote virus itu bernama Bellerophon, nama pahlawan Yunani yang dikisahkan berhasil membunuh sang Chimaera. Di film Pandorum, sleepership yang digunakan untuk memobilisasi manusia ke planet baru bernama Elysium, dimana dalam metodologi Yunani, Elysium adalah bagian dari Underworld dimana jiwa para pahlawan bersemayam disana.

Nama-nama mitologi Yunani juga kerap dijadikan nama benda-benda langit, while I like sky and space and everything related to them. Phobos dan Deimos adalah nama anak-anak Ares, dewa perang Yunani, yang dijadikan nama satelit planet Mars. Sementara Mars, as we know adalah dewa perang dalam mitologi Romawi. Konstelasi Andromeda, namanya diambil dari nama putri dari Casheus dan Cassiopeia yang dikorbankan pada monster laut. Casheus dan Cassiopeia juga nama konstelasi bintang. Sepertinya memang sebagian besar nama benda langit diambil dari mitologi baik Yunani maupun Romawi ya?

Waktu kecil, cita-citaku yang pertama adalah jadi astronot. Cita-cita yang dengan mantap dijawab oleh si Dila kecil sepanjang masa SDnya. Waktu SMP, aku mulai merangkai nama my future children dari nama-nama satelit planet (yang asalnya dari mitologi Yunani juga). Dan waktu SMA, aku mulai realistis, karena rasanya ngga mungkin jadi astronot kalau aku selalu berkunang-kunang setiap kali membaca segala macam hukum fisika dan matematika itu, hihihi. Tapi sampai sekarang masih tetap tertarik sama benda langit, nama-nama Yunani dan segala macam frase/penggabungan beberapa kata yang terdengar keren (like.. grenade-launcher, massive-attack, unmanned-aerial-vehicle.. lho piye toh malah ga nyambung ini :D)

Makanya aku selalu suka film-film macem 300, Troy bahkan TV series Xena dan Hercules jaman dulu itu. Now, I'm craving to see this one :



"RELEASE THE KRAKEN!!"
.

Monday, April 5, 2010

Random Shot : visi dan misi ibu (calon) wakil bupati

.

Saturday, April 3, 2010

soliloquy

.
hey you,
feeling anxious?


for this, and that, and these, and those..
.. will not be a second faster or a second late.




just be patient.
and keep moving.
and keep praying.
.

Friday, April 2, 2010

Heap Heap Sounds of Imogen Heap

.
Aku kembali :D

Yes. With a big grin from ear to ear because i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour, March 31st!! Huhuhu, aku begitu bahagia.. Have I mentioned that i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour? No? So I will tell you : i've just got back from Jakarta, witnessing Imogen Heap Ellipse World Tour!!!

Regardless jalan jauuuh plus loncat moda transportasi sana sini buat ngambil tiket, ke kos mbak Meisya (she's being my caretaker at Jkt, as always), dan nyari venuenya.. the show was awesome! Persis sama seperti yang kuharapkan. Bahkan mungkin lebih, karena Immi membawakan seluruh lagunya dari Ellipse (minus Earth dan Half Life) plus Goodnight And Go (yang dibilangnya udah 3 tahun ngga pernah dibawain live), Speeding Cars (!!!), The Walk (!!!!), Let Go (-nya Frou Frou), Just For Now, The Moment I Said It dan.. Hide and Seek... Oh good God. Semua lagu yang aku suka dari previous album dia bawain! Jangan tanya bagaimana aku survived sepanjang konser.. Baru masuk venuenya, liat set stage lengkap dengan pohon kelap kelip dan piano transparannya aja I felt like I'm about passed out. But I'm not. Of course I won't!!

Oke mari kita recall dari awal. Shownya telat sejam! Katanya sih sengaja soalnya Jakarta lagi macet. Lumayan bikin bete, tapi mungkin memang konser di Jakarta selalu begini ya? Sekitar jam 8 lewat, show akhirnya dibuka sama penampilan gitarisnya Immi, Back Ted N Ted. He's quite good, musiknya mirip Immi jaman album I Megaphone. Trus dilanjut sama keyboardist/DJ/sampler atau apapunnya Immi (saking versatilenya) : Tim Exile. Orang ini agak sinting nampaknya, dia ngesampling segala macem sumber suara (suaranya sendiri, beatboxing bahkan suara penonton) secara realtime, dan dimainin saat itu juga. And the tempo was perfect. Ngga ada yang meleset sedikitpun.

Then Immi's showed up. Ketika dia muncul di stage, dengan dress, legging, feather-padded-shoulder serba hitam, flat-shoes bling-bling (yang sepertinya dipakai di seluruh Ellipse World Tour?), hairstyle acak-acakan, lei, dan tentu saja segala macam mic dan controllernya yang terattached di seluruh tubuh, aku menjadi norak : badan rasanya lemes semua... I just can't believe I finally see her with my very own eyes! Ah tetapi diriku ini tidak seheboh abege2 di belakang sana kok. Yang heboh teriak-teriak ga keruan tapi nyebut nama Immi literally "I-Mo-Gen"... Darl, it's "ɪmədʒɨn"...

Ah tapi ngga papalah. Toh nyatanya semua yang dateng bikin ambience jadi meriah. It's nice having sooooooo many Immi-fans around, about 3000 ppl there, setelah bertahun-tahun cuma menyanyikan lagu-lagunya seorang diri. Even in this radio station! Dan Immi, dengan showmanshipnya yang funnily-clumsy-with-a-very-british-accent itu berhasil bikin kita semua ketawa-ketawa melulu. She also asked us to sing with her. As a backing vocal at Hide and Seek, and as the music instrument in Just For Now! That was fun. And that was what I called showmanship.


Immi menyanyikan semua set malam itu dengan sempurna. Ted, Tim and Chris as the drummer joined her at stage and they performed as a full band. Termasuk seorang cellist asli Indonesia bernama Rachman yang sengaja diaudisi untuk melengkapi cello part di lagu The Fire dan Canvas. Karena Immi perform secara full band, jelas aransemennya agak beda dari versi recording. Tapi karena akunya udah terlalu banyak nontonin video shownya di Youtube (karena udah helpless mikir Immi ga bakal mampir ke Indonesia), jadi sedikit banyak aransemennya lumayan mudah kutebak, meski beberapa lagu-lagunya secara misteriously dimulai dengan segala sumber suara yang aneh2, mulai dari burung2an, bel dan selang plastiknya itu :D But absolutely still gave me shiver to see her LIVE on stage. She's just sooooooo fine.

So, said who musik elektronik-ambient-triphop-nya Immi itu ngga mutu? Maybe yes, if they just play the record. But these people, Immi and her band... Mereka secara real-time me-looping suara yang baru sekian detik keluar dari mulut/alat musik/sumber bunyi-bunyian yang mereka pakai, pakai Monome dan segala macam sequencer yang ribet itu, trus dicombine sama lirik lagunya secara utuh (yang dinyanyikan live) dan alat musik pendukung yang dimainkan secara manual s.a piano, gitar atau drum. Semuanya dilakukan secara live! Real time! Pusing kan? Aku ngeliatnya juga pusing. But the output.. Was so fuckin good. Ngga kalah sama sekali sama produk recording, matter of fact lebih bagus!

Immi juga sebenernya bisa menyanyikan semua lagunya secara accoustically-beautiful pake piano yang dia mainin sendiri. Immi can play keyboards, piano, cello, clarinet, guitar, drums, keytar and a lot more. So IF you thought that Immi only be able to sing with her "electronic-crappy-playback".. you WRONG. Immi could do more than that. *biasa, fans selalu membela idolanya secara berlebihan* :p

Errr anyway... I took several pictures and videos, but since I'm just a BIG fans with a TINY resources.. The quality wasn't too good. I only armed myself with a cellphone camera! So, while Immi's never stop moving and I have to zoomed in, the pics were ridiculously blur. See the pic above? There you go, that blurry. And I can't stop hating myself because later I discover my cellphone camera has a 'sport-mode' for a fast-moving object! After I tried it out, this mode captured moving object (like.. Immi walking from side to side, for example?) miraculously better. And I didn't use it at the show! Stupid.

Oh, don't ask about the videos. I made kinda record that me myself will hate it if i found it on Youtube. It's shaky (because of my euphoria) and polluted with my own voice (because I can't help not to sing along). So, it's gonna be my own milestone of youth, I'm too shame to share the videos to you.

So that's it. I guess I spoke too much.
I'm sorry I can't help it :p
Because the show was AWESOME. Immi ROCKS.



And Immi said she will GET BACK here in Indonesia...
... around end of this year!



See you when I see you again Immi :D
>