Tuesday, June 22, 2010

BACKUP leader, super SIDEKICK

Di blog lama aku pernah nulis soal 2 tipe orang : tipe superhero dan tipe sidekick. Yang satu Batman, yang satu Robin. Yang satu Sherlock Holmes, yang satu Dr. Watson. Yang satu Frodo Baggins, yang satu Samwise Gamgee. Yang satu Magneto, yang satu Mystique.

Superhero dan sidekick hubungannya tidak subordinat, meskipun banyak yang berpikiran begitu. Karena basically mereka adalah partner, tapi punya fungsinya masing-masing.

Fungsi superhero, jelas, sang pembela kebenaran, the one who stand under the spotlight, possessing super power and maybe.. authorities, for some modern circumstances. Sementara sidekick, adalah counterpoint dari sang superhero, alternate point of view, or anything else the hero doesn't have. In movies or comics, (this is my favourite part).. a sidekick can also act as someone more relatable to the audience than the hero, or whom the audience can imagine themselves as being. Sebuah kualitas yang bahkan sang superhero tidak memilikinya.

Selain superhero-sidekick, dalam tingkat yang lebih spesifik, menurutku ada juga tipe leader dan tipe back-up player. Dan aku meyakini, tidak semua orang bisa jadi pemimpin. Hehe, bisa ditimpuk sama para motivator handal nih, while they said, "semua orang bisa jadi pemimpin!"

Aaanyway, kalau leader-backup player mungkin sifatnya sedikit hierarkis ya. Apalagi kalau hubungannya sama struktur sebuah organisasi. Tapi sekali lagi, yang bukan pemimpin itu tidak berarti payah. Back-up player juga punya karakteristiknya sendiri. Apa jadinya jika pemimpin memiliki back-up player yang ngotot pengen ngatur dan ngga mau diatur? Dan apa jadinya jika back-up player yang tidak punya mental pemimpin harus me-manage ini dan itu?

Seorang back-up player, someday bisa jadi pemimpin. Karena mungkin mereka memang punya mentalitas dan skill untuk berada di ujung tombak, tapi mungkin kesempatannya belum datang. Sementara jika seorang back-up player tidak kunjung jadi pemimpin, well, itu bukan berarti mereka ngga mampu naik pangkat. Analoginya sama seperti "semua guru itu pasti pinter, tapi tidak semua guru yang pinter itu bisa ngajar" Nah ngajar itu sama seperti memimpin, ada teknik dan mentalitasnya tersendiri. Bisa dilatih memang. Nah disinilah yang mungkin dibilang para motivator itu : semua bisa jadi pemimpin, jika teknik dan mentalitasnya didorong hingga titik yang paling maksimal. Tapi maksimal itu tidak sama dengan optimal, bukan? IMHO, it doesn't counts then.

But all in all, everybody, both leader and back-up player, both superhero and sidekick, are the boss of theirselves. This one is definitive. If you think you're not, you should think you are. Like I'm on my way pulling it off. Haven't doing it right, so I'm working on it.

Oh and by the way, who am I?
Based on experience, if I'm not mistaken myself,
I'm a proud sidekick and attempted back-up player.


So I hope 'they' dig it.
*beuh, curcol :p

2 comments:

Erin a.k.a Rei said...

uhmmm..ya ya ya.. jd inget Sky High..

so,am a sidekick also.. a sidekick yang punya sidekick jg.. "=.=?

hohoho..

diLa said...

hehe, in my humble opinion lho yaw :p

Post a Comment