Thursday, June 24, 2010

SOKKER sien


Beberapa hari ini nonton bola bareng sang eyang. Cuma berdua, ikut mengamini beliau yang 'misuh-misuh'in pemain (it was soooo him :)) atau ngomentarin behind the scene tim ini dan itu. Well i don't really know too much detail, but i like to see people playing football. Or futsal. Because of the dynamics and how everything happened in field could be all the thing that matters. Apalagi World Cup taun ini sedikit mengikuti, jadi bisalah jadi partner 'misuh-misuh' :)

Dan sepertinya eyangku itu memang butuh companion buat nonton bola. Teringat jaman dulu, di masa kecilku, aku melihat beliau dan 4 omku, semuanya so into the soccer. Eyangku adalah seorang ayah yang membawa keempat anaknya ke lapangan dan berhasil menularkan excitement bermain sepakbola kepada mereka. Dan dalam ingatan masa kecilku, ada sebuah sekuen tentang betapa antusiasnya eyang dan om-omku itu saat menonton bola. Ya seperti lazimnya pria-pria yang nonton bola : berisik dan ngomel-ngomel kalo ngeliat blunder. Sementara sekarang, cuma ada mbak-mbak kos maniak sinetron, dan eyang putriku yang devoted sama Take Me/Him/whoever Out (seriously). Jadilah biasanya eyangku nonton bola sendirian, dan ngomel-ngomel sendirian. Ups maaf, mbak kosku ada yang nonton bola ding, tapi komentarnya biasanya ngga relevan : kalo ngga nyariin Cristiano Ronaldo, ya nyariin David Beckham. Pffhhh.

Kali ini, don't worry wahai eyang, ada saya, yang kalo ngga ada kegiatan lain, bakal 110% memilih nonton bola daripada Raam Punjabi atau Choky Sitohang.



pic courtesy :

Vladimir Rys/Bongarts/Getty Images via The Big Picture

0 comments:

Post a Comment