Thursday, May 12, 2011

E-MAIL = Errr, Mail?


Pertama-tama, anggota dewan kita yang terhormat pergi ke Australia ramai-ramai, trus ngaku ngga punya akun email resmi. Pakenya yahu.

Berikutnya, sang pimpinan bilang sebenarnya punya akun email resmi, dot go dot ai di, tapi karena kurang percaya dengan masalah keamanannya, jadilah si akun resmi terbengkalai.

Such a joke. Terbengkalai, dengan anggaran lebih dari 10 miliar setiap tahunnya?

Lalu modus baru muncul. Sang pimpinan ngga tahu kalau dana buat keperluan IT itu segitu gedenya.

Moral of the story : ngga bermoral sama sekali. Oh, uhm sorry, moral of the story bisa dibaca disini. This is the board of representatives, for God's sake. Dan kalimat yang akan saya tulis selanjutnya cukup klise : Gimana bisa mikirin kepentingan yang lebih esensial kalau dana miliaran bisa dianggarkan untuk sesuatu yang terbengkalai? Gimana bisa bekerja dengan efektif kalau teknologinya obsolete? Apa karena teleconference dengan perwakilan di luar negeri bisa membunuh kesempatan jalan-jalan ke luar negeri? Ke Yunani mempelajari etika? Ke Australia mempelajari kemiskinan? Can we just simply googling it? Dan menggunakan jatah pergi ke luar negeri untuk kepentingan lain yang benar-benar memerlukan tatap muka?

Hari pertama kerja di kantor baru (which is masih probation), saya dibuatkan sebuah akun imel dengan domain berbayar. Nama saya at nama kantor saya. And it works just like that. Uhm, apa kantor saya mesti nyoba pitching buat ngurusin akun resminya bapak-bapak wakil rakyat?

Ah tapi ngga perlu lah ya. Kan ahli telematika nan tersohor itu berkantor disana juga toh?

*mbatin : yea right...

0 comments:

Post a Comment