Wednesday, March 3, 2010

Round of applause? Standing ovation?

.
Salah satu dari banyak drama multi-plot yang kita punya : sidang paripurna yang membahas kasus Century. Saya ini orang awam, tidak tahu banyak soal politik, dan tidak punya ulasan tajam mengenai ini. Satu hal yang saya tahu pasti : Selalu ada cara yang lebih baik untuk menyampaikan pendapat.

Apalagi jika Anda adalah our noble board of representatives. Yang pastinya pintar, intelek, ber-EQ bagus, bijaksana dan tentunya.. berpendapatan layak.

Tidak dengan berteriak-teriak. Tidak dengan berlagak class-clown yang nyeletuk-nyeletuk garing nimpalin omongan orang lain tanpa diminta (it's not a class, though). Tidak dengan melempar pimpinan rapat dengan botol air mineral.

Begitu juga dengan Anda, para mahasiswa. Yang merupakan agent of change, pintar, tajam, terstruktur, kritis dan lain-lain. Pasti ada cara lain yang lebih baik untuk menyatakan ketidaksetujuan Anda pada sistem.

Tidak dengan membakar foto kepala negara Anda. Tidak dengan melempari traffic-light dengan batu. Tidak dengan melempari gedung DPR dengan kaus kaki. Tidak dengan merusak mobil berpelat merah.




Dan semuanya terekam oleh kamera televisi lokal, nasional..
bahkan internasional.
Kalau yang pintar saja bertingkah barbar..
Kami yang bodoh ini harus seperti apa?


de·mo·kra·si /démokrasi/ n Pol 1 (bentuk atau sistem) pemerintahan yg seluruh rakyatnya turut serta memerintah dng perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat; 2 gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yg sama bagi semua warga negara;

(Kamus Besar Bahasa Indonesia)


SO TRUE.
Mungkin mereka lupa bagian 'bebas dan bertanggung jawab'-nya.
.

2 comments:

Me said...

Oy Oy...

semuanya emang palsu abissss.....yang jadi wakil rakyat palsu abis...yang demo juga palsu abis...yang ngamuk didalam sok biar terlihat peduli sama kepentingan rakyat padahal nol gede...yang demo diluar juga sama...padahal supir2 taxi di stasiun gambir juga bicara soal kenapa wakil rakyat dan para mahasiswa itu "bejijagan" nggak karuan, padahal kan bisa dengan demo damai? begitu mereka bilang...

oy Oy...

ternyata yang nggak sekolah, EQ nya lebih jalan ya? IQ ama EQ emang beda ya jauhnya..hehehehe

diLa said...

oy oy mate, welcome aboard!

so it is mate. such a drama drama drama.. but this is our country. never, ever, givin up on it.. mau se-pathetic apapun, tidak boleh menjadi skeptis. caranya? dengan tetap melakukan apapun yang sekiranya konstruktif, sekecil apapun bentuknya.

amen, brother? :D

Post a Comment