Sunday, January 3, 2010

2010 : recovering tectonic tremblings.

*duduk di ruang tim siar yang gelap, nunggu siaran. ujan geddde. pake gluduk*

Heya folks. Akhirnya nulis lagi. Been so busy back then (ndak iyo?) Ehehe. I don't know, agak-agak ribet kemaren tuh. Banyak liburan, ngeberesin beberapa kerjaan, kluyuran kesana kemari. Yah. A bit exhausting but fun.

Sebenernya aku pengen nulis tentang malam taun baruan. Berhubung ini ngeblognya pake PC kantor, sementara foto-foto adanya di laptop, maybe next time.

Hmm. Oke. Tahun baru. What to do, what to say? Ber-resolusi ria?

Ah, apa yang aku mau masih sama seperti tahun kemaren, karena memang belom kesampean. Musti kerja sedikit lebih keras tahun ini, because, yeah, tick tock.. time's ticking. Set some priority and should put my feet back to the ground. I flew over randomly and went for some russian roulette lately. Me. Never learn.

And that wound.. Yeah, that wound stands still. Kemaren pas chat sama seorang temen, aku menemukan analogi ini. That wound's like... Luka di persendian. Susah sembuhnya, karena terletak di poros pergerakan. Tiap hampir kering, keadaan memaksa si luka untuk kembali membuka.

But still. Aku TAU yang aku NGGA MAU, tapi aku NGGA TAU yang aku MAU. Till now. Till frikkin NOW.

I'll find it out. Soon. Hopefully.
.

0 comments:

Post a Comment