Monday, September 28, 2009

Meskipun kelakuan labil kaya' abege...

... Tapi gaya bahasa SMS ala abege agak-agak unacceptable bagiku. Humm mungkin karena usiaku yang emang udah ngga abege lagi. Buatku, bahasa SMS yang diketik not with the way how it used to spell, lumayan irritating. Bukan dalam artian singkatannya atau kaidah EYD-nya lho ya. We're talking SMS, ngga mungkin segitu sempurna EYD-nya kan? Tapi lebih pada effort si pelaku untuk membuat kata-kata dalam SMS menjadi lebih 'gimanaaa gitu.'

Nah, 'gimana gitu'-nya, menurut versi-ngawurku, ada beberapa tipe :

Pake huruf kapital-normal-kapital-normal-kapital..
KaLo YanG iNi no fuRTheR expLaNatiON Ya. SuDAh jaMaK aDa bBeRpa taHun siLaM.. KaDaR kEgangGuanNyA rinGaN Lah...

Dibikin menjadi 'imut'
Misalnya dengan mengganti penggunaan 'S' dengan 'Z', atau 'K' dengan 'G' atau 'Q'.. Or anything! Kaidahnya ngga ada. Yang penting kedengeran semacam babytalk.

Misalnya : kenapa jadi nupu; he eh jadi hu um; kalo jadi lok; lagi jadi ge; kok jadi kug; terus jadi teuz; etc etc. Contoh rangkaian kalimatnya : "hu um, ini no.qw. nupu iq kug mizkol2? qmuw ge dmn? "

Wuaduhh. Apalagi kalo laki-laki dewasa yang pake' gaya bahasa kaya' gini. Dobel waduh. Kesan apa sih yang mereka pengen dari gaya SMS kaya' gitu? Ga paham deh.

Didramatisir dengan menggunakan lebih banyak huruf
Oh, ya. Ini sekarang sedang populer dikalangan anak SMP dan SMA. Yaitu dengan menambahkan banyak, bahkan sebanyak mungkin huruf vokal atau konsonan, yang sebenernya ngga makna juga... Apakah sejatinya biar keliatan imut juga kaya' poin diatas? Ga paham juga.

Contoh : kalian jadi qliandt; kamu jadi qmuww; siaran jadi cyarann; etc etc. Atau sekedar memvisualisasikan keluhan "huh" jadi "huuufth"..




Now, bayangin kalo 3 aspek diatas digabung dalam satu SMS

Imagine this :
"hai kakak, kemana aja? kok ngga pernah keliatan? iihhh pasti main terus ya?"

Becoming this :
"Hi kKaa, kMna 'aj? kuG ggA prNa qLiaTand?? iiyyH pZti maEnd teuZ eaa?"





Euhh. No offense for the user, but... I. Just. Don't. Get. It.



PS :
Maap kalo contohnya ngga terlalu bagus nor masuk akal.. Can't really think any of it actually. Cuma seingetnya aja, beberapa kali sempet dapet SMS kaya' gitu, entah dari temen atau dari pendengar. Dan lumayan mikir ngebacanya. Apalagi ngebikinnya ya? Eh ngga tau So I wonder, how could those teens and adult-act-teens did it so often, everytime they texted??

0 comments:

Post a Comment